Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 18 Okt 2022 05:39 WIB

TRAVEL NEWS

Penyebab Banten Lebih Cepat Tenggelam

Syanti Mustika
detikTravel
Jakarta -

Wilayah pesisir utara Banten diprediksi hilang tidak lama lagi. Apa penyebabnya?

Bicara tentang efek pemanasan global yang terlintas di kepala kita adalah mencairnya es-es di kutub utara hingga permukaan air laut meningkat. Mungkin kita santai-santai saja, toh jauh dari Kutub Utara. Ada yang berpikir seperti ini?

Sepertinya, kita harus mengubah pola pikir seperti itu dan lebih perhatian lagi dengan lingkungan sekitar kita. Tak perlu jauh-jauh ke Kutub utara, lihat saja di pesisir utara Kabupaten Serang yang diprediksi hilang pada 2030 oleh Climate Central.

Rahadian, direktur eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi, LSM lingkungan yang sejak tahun 1998 di Banten, menyebut ada hukum sebab-akibat yang bikin prediksi Banten menghilang itu terjadi tidak lama lagi.

"Ketika ada kebijakan-kebijakan terkait dengan pemanfaatan ruang universal, baik pelaku usaha maupun pemerintah tidak pernah melakukan kajian terlebih dahulu. Itu persoalan di kita," kata Rahadian dalam perbincangan dengan detikTravel.

"Rekonvasi sejak lama mengingatkan pemerintah untuk melakukan kajian awal ketika mereka memberikan izin mengubah garis pantai dengan menimbun karena untuk kepentingan industri. Kita lihat di garis pantai di ujung Bojonegara sampai ke Puloampel, bisa kita lihat banyak sekali industri di mana kawasan perairan laut diubah menjadi daratan menjadi kawasan-kawasan industri di bagian barat Banten. Dan di sebelah timur garis pantai teluk Banten itu ada kawasan PIK," dia menjelaskan.

Kawasan Lontar, Kabupaten Serang Rahadian, Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi Foto: (Syanti/detikcom)

Rahadian menyebutkan bahwa abrasi yang terjadi di wilayah utara Banten tidak diketahui penyebab pastinya.

"Kita mencurigai, bahwa 20 tahun yang lalu, kita sudah mencoba mengidentifikasi kawasan itu dan kita tidak tahu penyebabnya apa sehingga kawasan Utara Kabupaten Serang mengalami abrasi yang luar biasa. Kecurigaan awalnya itu di barat ada kawasan industri dan di kawasan Bojonegara itu ada 50 hektar kawasan perairan laut yang diubah menjadi daratan, sementara PIK juga begitu luas," kata Rahadian lagi.

"Saya khawatir perubahan garis pantai merubah mekanika gelombang, mekanika arus, sehingga kawasan Utara Jawa di wilayah kabupaten Serang ini korbannya. Persoalannya adalah kita tidak pernah melakukan riset walaupun isu ini sudah lama menjadi pemahaman bagi pemerintah dan masyarakat Serang," dia menambahkan.

Kawasan Lontar, Kabupaten SerangKawasan Lontar, Kabupaten Serang Foto: (Syanti/detikcom)

Selain gelombang laut, kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh masyarakat maupun industri juga faktor yang menyebabkan kawasan pantai Utara Banten mengalami abrasi yang signifikan.

Risna Rahayu, subkordinator Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir Provinsi Banten, juga mengatakan bahwa wilayah utara Banten mengalami abrasi sejak puluhan tahun lalu.

"Kita tidak juga bisa menghindari abrasi yang tinggi. Di bagian pesisir utara itu selain karena arus dan gelombang, penyebabnya itu ada juga dari sobetan sungai dari zaman dulu untuk menghindari banjir supaya tidak terjadi banjir yang pernah diadakan pada zaman belanda. Dan hal-hal seperti itu yang mengakibatkan abrasi," kata Risna.

Salah satu wilayah yang mengalami abrasi parah hingga daratannya hilang bisa dilihat di Lontar. Jadi, bila traveler jangan heran jika banyak kegiatan penanaman mangrove di kawasan Lontar yang dilaksanakan pemerintah hingga perusahaan-perusahaan. Kegiatan ini sebagai bentuk memperkuat kawasan pesisir supaya tidak cepat digerus ombak.

(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA