Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 25 Okt 2022 09:08 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Pulau Pasir di NTT, Australia Sebut Pulau Cartier

bonauli
detikTravel
Menurut Ferdi, Australia melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di kawasan itu.
Pulau Pasir (dok. Google Maps)
Jakarta -

Pulau Pasir di NTT sedang jadi rebutan antara Indonesia dan Australia. Masyarakat adat NTT menyebut pulau itu milik mereka.

Pulau Pasir berada di tepi luar landas kontinen di Samudera Hindia dan Laut Timor sekitar 320 kilometer di lepas pantai barat laut Australia dan 170 kilometer selatan Pulau Rote (Roti), Indonesia.

Klaim ini sanggah oleh pemerintah Australia. Kalau NTT sebut Pulau Pasir, Australia bilang namanya Pulau Cartier.

Melansir situs lembaga pemerintah, Geoscience Australia, wilayah Ashmore dan Kepulauan Cartier terdiri dari Kepulauan Ashmore Reef Barat, Tengah dan Timur serta Pulau Cartier dan laut Teritorial sekitar 12 mil laut. Pulau-pulau tersebut tidak berpenghuni, kecil, berada pada rendah dan terdiri dari karang dan pasir, dengan beberapa tutupan rumput.

"Kedekatan Wilayah dengan Indonesia telah menjadi bahan diskusi resmi bersama dalam beberapa tahun terakhir dan Perjanjian yang bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah batas laut antara kedua negara ditandatangani pada tahun 1997. Luasnya laut Teritorial 12 mil laut di sekitar Kepulauan ditunjukkan oleh dua garis batas," tulis situs tersebut.

Ashmore Reef terletak 840 kilometer sebelah barat Darwin dan 610 kilometer sebelah utara Broome. Ini terdiri dari sistem terumbu tepi-pandang seluas sekitar 583 kilometer persegi, naik dari batas barat Paparan Sahul.

Kepulauan Ashmore Reef Barat, Tengah dan Timur berada di dalam tepi terumbu. Mereka memiliki luas gabungan 1,12 kilometer persegi, yang terbesar panjangnya sekitar satu kilometer.

Menurut situs tersebut, penampakan karang pertama yang tercatat di Eropa adalah pada 11 Juni 1811 oleh Samuel Ashmore, yang menamai Hibernia Reef di dekatnya dengan nama kapal tersebut. Selama tahun 1850-an, kapal penangkap ikan paus Amerika beroperasi di wilayah tersebut dan selama paruh akhir abad ke-19, penambangan fosfat dilakukan di Pulau Barat.

Situs terumbu karang tersebut juga memiliki keanekaragaman spesies dan habitat yang tinggi dengan 14 jenis ular laut, 433 jenis moluska dan 70 jenis ikan yang teridentifikasi di daerah tersebut, serta 255 jenis karang.

Sementara Pulau Cartier terletak di wilayah Sahul Barat di Samudra Hindia. Pulau ini berjarak sekitar 300 kilometer di lepas pantai Kimberley Australia, 200 kilometer selatan Pulau Rote Indonesia dan 70 kilometer dari Ashmore Reef. Dataran terumbu di sekitarnya naik tajam dari kedalaman sekitarnya. Pulau Cartier adalah pulau pasir tak bervegetasi di tengah terumbu.

Cagar Alam Laut Pulau Cartier mencakup 167 kilometer persegi di atas area dalam radius 7,2 kilometer dari pusat pulau. Cagar alam ini melindungi ekosistem Pulau Cartier yang unik dan rentan.

Terumbu karang di sekitarnya juga memiliki keanekaragaman hayati tinggi termasuk 547 spesies ikan yang teridentifikasi, yang mewakili sekitar 16% spesies ikan Australia.

"Seperti Ashmore Reef, Pulau Cartier dan terumbu sekitarnya telah dikunjungi oleh nelayan Indonesia selama berabad-abad untuk mengumpulkan burung, telur burung, kerang, holothurians (teripang), kerang, penyu dan telur penyu untuk konsumsi dan perdagangan di pasar Asia," tutup situs tersebut.



Simak Video "Banjir di NTT Tak Berdampak pada Lokasi Wisata Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA