Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 25 Okt 2022 12:03 WIB

TRAVEL NEWS

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Motor Terbakar di NTT-Tewaskan 14 Orang

tim detikBali
detikTravel
Kapal Ferry terbakar di Alor NTT.
Kapal Ferry terbakar di Alor NTT. (Antara)
Kupang -

Kapal motor dengan rute Kupang-Kalabahi terbakar di Perairan Naiklu, Kupang, NTT. Kejadian ini menewaskan 14 penumpang.

Kapal Motor Express Cantika 77 mengalami kebakaran di Perairan Naiklu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT. Kejadian ini terjadi pada Senin (24/10/2022) saat kapal dalam perjalanan dari Kupang menuju Kalabahi.

Laporan mengenai kapal terbakar diterima oleh SAR Kupang pada pukul 13.30 Wita. SAR Kupang langsung menerjunkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 10 Kupang dengan kecepatan 30 knot.

Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi menggunakan RIB. Sebagian lagi dievakuasi menggunakan ring boi.

"Banyak lagi yang ditarik dengan dilemparkan ring boi, jadi mereka berpegang semua," kata Kepala Kantor SAR Kupang I Putu Sudayana, Senin (24/10/2022).

Proses evakuasi Tim SAR Kupang dibantu oleh Danlantamal VII Kupang yang memberangkatkan siregar untuk proses evakuasi. Selain itu, perusahaan kapal Cantika juga menurunkan satu buah speed boat menuju lokasi. Kemudian nelayan setempat juga turut membantu evakuasi para korban.

"Ada nelayan yang kami hubungi di sana, sehingga membantu evakuasi menggunakan perahu. Mereka cukup membantu kami," ujarnya.

Hingga Senin malam pukul 23.00 Wita, ada 291 penumpang yang berhasil dievakuasi. 277 orang selamat. Sementara nahas 14 lainnya dinyatakan tewas. Meski begitu, kantor SAR Kupang belum bisa melakukan identifikasi terhadap 14 korban tewas.

"Nanti ya (proses identifikasi). Saat ini kami belum tahu dan belum identifikasi satu per satu terkait nama atau identitas korban. Termasuk juga korban dewasa maupun anak-anak. Intinya, total ada 14 yang meninggal dan semua sudah dievakuasi tim gabungan," ujarnya.

Dari 14 korban meninggal, lanjut Sudayana, seluruh korban ditemukan di luar kapal.

"Seluruhnya ditemukan di luar kapal dan bukan di dek. Soal penyebab apakah mereka meninggal karena menyelamatkan diri atau bagaimana, kami belum identifikasi. Kami fokus evakuasi dulu," tukas Sudayana.

Dua Korban Meninggal Teridentifikasi

Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto yang dihubungi terpisah menjelaskan, dua korban tewas telah teridentifikasi, yakni satu orang dewasa dan satu anak-anak. Korban dewasa berjenis kelamin laki-laki bernama Johan berusia 57 Tahun, warga Desa Teluk Dalam, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sedangkan korban meninggal lainnya adalah bayi laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan, bernama Khalid Alfarizky Tulimau, warga kompleks Pasar Terbakar, Jalan Komodo RT 010, RW 005, Kelurahan Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

"Yang dewasa bernama Johan asal Gresik, Jawa Timur, dan satu lagi anak berusia satu tahun tiga bulan warga Alor," ujar Irwan.

Irwan menjelaskan bahwa Kapal KM Express Cantika 77 berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada Senin (24/10/2022) pukul 11.00 Wita, menuju Kalabahi, Alor. Namun sekitar pukul 13.40 Wita, kapal tersebut terbakar di sekitar Tanjung Gemuk, Desa Afoan, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.

Disebutkan bahwa kapal tersebut mengangkut 177 orang yang terdiri dari 167 penumpang dan 10 ABK. Diduga ada kelebihan muatan di kapal tersebut.

"Penumpangnya 177 orang, 167 penumpang umum dan 10 ABK," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikBali.



Simak Video "Banjir di NTT Tak Berdampak pada Lokasi Wisata Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA