Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 26 Okt 2022 21:01 WIB

TRAVEL NEWS

Daftar Koleksi Sejarah RI yang Dikembalikan Belanda, Ada Lukisan Raden Saleh

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Lukisan Raden Saleh Perburuan Banteng
Lukisan Raden Saleh. Foto: Jack Philipp Ruellan Auction
Jakarta -

Sejak Indonesia belum merdeka, Belanda telah melakukan pengembalian koleksi benda bersejarah. Apa saja benda-benda yang sudah dikembalikan? Ini daftarnya.

Kerajaan Belanda menguasai wilayah Indonesia dalam kurun waktu yang sangat lama. Selain berfokus pada perdagangan rempah-rempah, Belanda juga banyak mengumpulkan dan menyimpan benda-benda bersejarah.

Benda-benda bersejarah tersebut dimiliki Belanda dengan berbagai cara. Ada yang merupakan hasil pemberian atau hadiah, ada pula yang merupakan hasil jarahan.

Meski begitu, Pemerintah Belanda selalu terbuka untuk melakukan repatriasi atau pengembalian benda bersejarah. Berdasarkan data yang dimuat dalam laporan Dewan Kebudayaan Belanda pada tahun 2021, repatriasi benda bersejarah telah dilakukan sejak tahun 1907.

Daftar benda yang dikembalikan Belanda ke negara asalnya.Daftar benda yang dikembalikan Belanda ke negara asalnya. Foto: Dok. Raad voor Cultuur/Dewan Kebudayaan Belanda

Laporan tersebut berjudul 'Koloniale Collecties en Erkenning van Onrecht' atau jika diartikan secara harfiah berarti 'Koleksi Kolonial dan Pengakuan Ketidakadilan'. Salah satu isi dari laporan ini yaitu daftar benda yang telah dikembalikan Belanda ke Indonesia di masa lalu.

Data tersebut memuat pengembalian yang dilakukan Belanda ke berbagai negara sejak tahun 1907 hingga 2020. Meski begitu, dalam laporan ini juga disebutkan bahwa data yang dimuat belum lengkap.

Daftar benda yang dikembalikan Belanda ke negara asalnya.Daftar benda yang dikembalikan Belanda ke negara asalnya. Foto: Dok. Raad voor Cultuur/Dewan Kebudayaan Belanda

Dari sekian banyak benda yang telah dikembalikan Belanda kepada Indonesia, berikut beberapa di antaranya:

  • Tanda mata kerajaan pada tahun 1907. Dikembalikan kepada bekas Sultan Gowa di Sulawesi Selatan.
  • 3 relief Ramayana dari Prambanan pada tahun 1927. Dikembalikan langsung kepada Candi Prambanan.
  • Dua keris pada tahun 1937. Dikembalikan kepada keluarga kerajaan di Bali Selatan.
  • Dua lukisan Raden Saleh, yakni lukisan 'Perburuan Banteng' dan 'Perkelahian dengan Singa'. Dikembalikan pada tahun 1970 kepada keluarga dari Presiden Soeharto.
  • Manuskrip Negarakertagama pada tahun 1973. Dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia.
  • Lukisan Raden Saleh 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' pada tahun 1977. Dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia.
  • Beberapa wayang pada tahun 2005. Dikembalikan ke Museum Wayang.
  • 33 benda etnografis pada tahun 2009. Dikembalikan kepada Museum Pusaka, Nias, Indonesia.
  • Keris yang berkaitan dengan Pangeran Diponegoro pada tahun 2020. Dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia.

Belanda membawa pulang keris Pangeran Diponegoro. Keris tersebut sempat dipajang di Istana Bogor.Belanda membawa pulang keris Pangeran Diponegoro. Keris tersebut sempat dipajang di Istana Bogor. Foto: Dok. Biro Setpres



Simak Video "Kawah Candradimuka, Tempat Pangeran Diponegoro Melatih Muridnya Ilmu Perang, Bantul"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya