Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 29 Okt 2022 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Wow! Kota Kuno Suku Maya Ditemukan di Tengah Hutan, Ada Pasar dan Kuil

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Calakmul mayan ruins in Yucatan Mexico.
Reruntuhan Maya di Calakmul. Foto: Getty Images/iStockphoto/tommasolizzul
Jakarta -

Permukiman Suku Maya ditemukan oleh di salah satu titik di hutan di Meksiko. Permukiman itu memiliki fasilitas yang komplet.

Dilansir dari Mirror UK, para peneliti dari National Institute of Anthropology and History (INAH) atau Institut Antropologi dan Sejarah Nasional berhasil menemukan pemukiman suku Maya di situs arkeologi Calakmul, kota Campeche, Meksiko.

Para peneliti berhasil menemukan pemukiman ini dengan menggunakan metode pencitraan laser. Teknologi yang digunakan bernama LiDAR (laser imaging, detection, and ranging).

Pemetaan udara kemudian dilakukan dengan jangkauan wilayah lebih dari 95 kilometer persegi dari area hutan. Pemetaan ini dilakukan oleh National Center for Airborne Laser Mapping (NCALM) atau Pusat Nasional untuk Pemetaan Laser Lintas Udara di Houston, Texas.

Selain itu, dalam pemetaan ini juga dilibatkan berbagai ahli dari bidang-bidang lain. Salah satunya yaitu ahli Aerotecnologia Digital SA de CV dari kota Pachuca, Hidalgo, Meksiko.

Berdasarkan penelitian dan pemetaan tersebut diketahui bahwa kota Maya yang ditemukan ini merupakan salah satu kota terbesar di Amerika pada 1.300 tahun lalu. Diperkirakan kota ini memiliki populasi 50.000 orang. Termasuk di dalamnya sebuah pusat pemerintahan yang berjarak 150 kilometer.

Menurut Dr Kathryn Reese-Taylor dan arkeolog Adriana Velazquez Morlet, penelitian ini menghasilkan fakta baru yang menunjukkan adanya kepadatan dan kompleksitas pemukiman yang ada di Calakmul.

"Kompleks perumahan besar ini dikelompokkan di sekitar banyak kuil, tempat suci, dan kemungkinan pasar, kepadatan arsitektur yang menempatkan Calakmul sebagai salah satu kota terbesar di Amerika, sekitar tahun 700 M," katanya.

Penelitian terbaru dari pemukiman ini juga menunjukkan bahwa kota Calakmul kemungkinan besar bisa menampung populasi dalam jumlah yang sangat besar di masa kejayaannya.

"Besarnya modifikasi lanskap mungkin telah menyamai skala populasi perkotaan, karena semua lahan yang tersedia ditutupi dengan saluran air, teras, dinding dan bendungan, untuk memberikan ketahanan pangan maksimum dan air yang cukup untuk kehidupan penduduk kota," lanjutnya.

Sebelum penemuan kota Calakmul, pada tahun 2018 penggunaan teknologi LiDAR juga berhasil membawa temuan suku Maya lainnya. Pada saat itu para peneliti berhasil menemukan rumah, bangunan-bangunan, sistem pertahanan, hingga piramida suku Maya di sebuah hutan lebat di wilayah Peten, Guatemala.



Simak Video "Peneliti Temukan Sisa Peradaban Besar Suku Maya di Guatemala"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA