Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 31 Okt 2022 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

Haramkan Sinden, Warga Sragen Sampai Tak Mau Punya TV dan Radio

Makam Syekh Nasher atau Eyang Singomodo di Sragen. Foto diunggah pada Minggu (30/10/2022).
Foto: Makam Syekh Nasher di Sragen (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sragen -

Warga Dukuh Singomodo di Sragen mengharamkan nyanyian sinden. Tradisi turun temurun ini sampai membuat mereka tidak mau memiliki TV dan radio. Kok bisa?

Warga Singomodo di Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memegang teguh tradisi leluhur mereka yang melarang mendengarkan nyanyian sinden.

Pantangan ini dipercaya berlaku terutama di kawasan makam Syekh Nasher atau Eyang Singomodo, tokoh agama yang menyebarkan Islam di Desa Kandangsapi.

Warga di Dukuh Singomodo sangat percaya dengan larangan tersebut. Kepercayaan itu yang kemudian membuat warga di dukuh tersebut hingga kini memilih tak memiliki televisi maupun radio.

"Kepercayaan itu masih dipegang erat oleh warga. Tidak ada yang memiliki televisi maupun radio, terutama yang rumahnya di dekat makam. Mereka khawatir jika nanti keputar lagu sinden," kata Kepala Desa (Kades) Kandangsapi, Pandu.

Sesepuh Desa Kandangsapi, Sukarno (65), mengatakan alasan warga tidak mau memiliki TV karena takut jika tak sengaja memutar nyanyian sinden.

"Tape radio kalau diputar klenengan Jawa, ada sindennya tidak boleh. Kalau kasidah hadroh, masih bisa," ucap Sukarno.

Dia menuturkan, tradisi itu sudah dipegang teguh dari nenek moyang. Hal ini tak terlepas dari kisah Syekh Nasher atau Eyang Singomodo.

"Tradisi itu sudah ada sejak turun-temurun. Jadi oleh sesepuh desa kami tidak boleh. Pernah dibilang untuk menolak bala," pungkasnya.

Kejadian Aneh Menimpa Orang yang Melanggar

Sejumlah kejadian aneh dipercaya menimpa masyarakat yang melanggar pantangan mendengar nyanyian sinden. Tokoh Masyarakat Desa Kandangsapi, Muhammad Samsul Qomarudin menceritakan pernah ada warga yang hilang setelah melanggar pantangan itu.

"Pernah ada kejadian ada warga memutar langgam Jawa. Dia tiba-tiba hilang, sekaligus radionya. Itu kejadian pada tahun 1990-an," kata Samsul.

Samsul mengatakan warga tersebut hingga saat ini belum kembali, meski sudah dicari ke mana-mana. Bahkan, warga setempat tidak bisa menjelaskan bagaimana orang tersebut beserta radionya hilang.


----

Artikel ini telah naik di detikJateng dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "5 Mitos Gerhana yang Terbantahkan Sains "
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA