Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 12 Nov 2022 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Antonov AN-225, Pesawat Terbesar Dunia yang Mau Bangkit dari Kubur

A Ukrainian serviceman walks by an Antonov An-225 Mriya aircraft destroyed during fighting between Russian and Ukrainian forces on the Antonov airport in Hostomel, Ukraine, Saturday, April 2, 2022. At the entrance to Antonov Airport in Hostomel Ukrainian troops manned their positions, a sign they are in full control of the runway that Russia tried to storm in the first days of the war.(AP Photo/Vadim Ghirda)
Foto: Pesawat Antonov AN-225 Mriya (AP/Vadim Ghirda)
Kiev -

Antonov AN-225 adalah pesawat terbesar sedunia. Tapi, pesawat itu hancur gegara perang Rusia-Ukraina. Rencana membangkitkan dia dari kubur pun makin nyata.

Antonov AN-225 hancur ditembak rudal di Hostomel, tak jauh dari Kiev, Ukraina beberapa bulan lalu. Meski sudah hancur berkeping-keping, namun ada rencana untuk membangun ulang pesawat itu.

"Mimpi itu tidak akan mati," cuit perusahaan Antonov, pembuat pesawat itu.

Antonov AN-225 memiliki nama panggilan Mriya, dalam bahasa Ukraina nama itu berarti 'Mimpi'. Pesawat raksasa itu dibangun pada tahun 1980-an untuk membawa pesawat luar angkasa Uni Soviet.

Dalam perkembangannya,Antonov AN-225 akhirnya berubah fungsi menjadi pesawat kargo. Ukurannya yang massif, sekitar dua kali lipat lebih besar dari Boeing 747, membuatnya cocok sekali menjadi pesawat kargo.

Pada 27 Februari 2022, Mriya ditembak jatuh oleh tentara musuh. Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba langsung bereaksi atas berita duka tersebut.

"Rusia mungkin sudah menghancurkan 'Mriya' kami, tapi mereka tidak akan mampu menghancurkan mimpi kami untuk menjadi sebuah negara merdeka dan demokratis di Eropa," kata Kuleba waitu itu.

Perusahaan Antonov pun serius untuk membangun ulang pesawat tersebut. Biaya perbaikan 'Mriya' diperkirakan akan menelan anggaran hingga lebih dari 500 Juta Euro. Jika dirupiahkan, nilainya sekitar Rp 7,9 Triliun.

Antonov mengumumkan mereka sudah punya 30% dari keseluruhan komponen yang dibutuhkan untuk membangun ulang 'Mriya'. Sementara itu, perusahaan keamanan Ukroboronprom menyebut, total biaya yang dibutuhkan untuk merestorasi pesawat itu bisa tembus 3 Miliar Euro.

Pihak Ukraina bersumpah, Rusia lah yang harus membayar biaya itu. Proses restorasi itu sendiri diperkirakan akan berlangsung selama 5 tahun.

"Proses membangun kembali 'Mriya' adalah proyek internasional, dimana ada banyak partisipasi dari perusahaan penerbangan lain dari berbagai negara di dunia. Kemungkinan, pendanaan akan berasal dari berbagai sumber dan banyak organisasi. Kami tengah melihat peluang itu," ujar pihak Antonov.



Simak Video "Mengenal Pesawat Antonov AN-225 yang Hancur Diserang Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya