Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 14 Nov 2022 07:38 WIB

TRAVEL NEWS

Konon Katanya, Memesan Perjalanan Pakai Ponsel Adalah Ide Buruk

Syanti Mustika
detikTravel
Asian woman passenger with casual suit using the social network via smart mobile phone in the BTS Skytrain rails or MRT subway for travel in the big city, lifestyle and transportation concept
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Zaman yang modern ini apapun bisa dilakukan dengan ponsel, termasuk melakukan pemesanan perjalanan dengan ponsel. Namun ternyata ada fakta menarik yang perlu kamu tahu bahwa pemesanan dengan ponsel bisa menjadi ide yang buruk jika tidak teliti.

Dilansir dari CBS News, Jumat (11/11/2022) menurut survei terhadap 3.250 konsumen AS dari Pymnts.com, sebuah situs web yang didedikasikan untuk menganalisis peran pembayaran dalam teknologi baru mengungkapkan sebagian besar pembelian layanan perjalanan (51,4%) dilakukan pada perangkat seluler pada Februari 2022.

Tren ini bahkan lebih mencolok di kalangan pembeli muda. Berdasarkan survei tahun 2021 terhadap 13.000 pembeli dari Klarna, sebuah perusahaan pembayaran online, sekitar 48% milenial berusia 25-40 lebih suka menggunakan ponsel untuk belanja online, dibandingkan dengan hanya 34% dari semua pembeli secara global.

Walau bisa melakukan pemesanan atau belanja dengan desktop, namun ponsel seringkali menjadi pilihan karena lebih nyaman dan bisa dimanapun. Namun perlu nih kamu tahu, kalau menggunakan ponsel ternyata lebih mahal.

Biaya tambahan yang terpisah

Biaya tambahan, termasuk biaya bagasi dan pemilihan kursi pada penerbangan serta biaya pembersihan dan resor dan penginapan, menjadi lebih umum dan mahal dalam bisnis pemesanan. Maskapai penerbangan AS mengumpulkan USD 5,3 miliar dalam biaya bagasi saja pada tahun 2021, menurut Biro Statistik Transportasi.

Namun, sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Marketing Science menemukan bahwa pembeli cenderung membuat keputusan yang kurang optimal di bawah situasi ketika biaya tersembunyi diterapkan selama proses pembayaran. Pembeli cenderung membandingkan harga awal antar pesaing, yang rendah, daripada harga akhir yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, pembeli cenderung sampai ke layar checkout dan enggan menerima biaya apa pun yang telah ditambahkan. Mereka berpikir akan merepotkan untuk memulai dari awal dan menemukan pilihan lain, bahkan jika hal itu akan menghemat uang mereka. Benar nggak nih?

Terlalu banyak aplikasi dan tab

Berbelanja dengan ponsel memang lebih cepat, seperti di ecommerse atau membayar tagihan. Namun berbeda ceritanya saat melakukan pemesanan perjalanan.

Kamu akan dihadapkan dengan pilihan pemesanan melalui aplikasi pemesanan atau maskapai. Kemudian juga terdapat pilihan apakah akan membayar tunai atau memanfaatkan poin miles. Kamu pun harus lagi memeriksa kelender perjalanan dan menyesuaikan dengan ragam tawaran dan promo.

Kemudian kamu akan membandingkan lagi harga tiket melalui Google Flights, untuk taksiran tarif tunai sebelum menentukan nilai penukaran dalam mil versus dolar. Setelah menentukan pilihan terbaik, kemudian kamu harus menavigasi seluruh proses checkout dari opsi tunai dan penerbangan award untuk menentukan harga akhir yang sebenarnya.

Terbayangkan betapa ribetnya untuk pemesanan satu tiket saja? Namun bagi kaum milenial ini biasa saja, namun sebagian besar orang ini adalah momen yang memusingkan.

Buktinya, studi 2018 di Journal of Marketing mengikuti hampir satu juta sesi di situs belanja dan menemukan bahwa pembeli yang beralih dari telepon ke komputer menyelesaikan transaksi mereka pada tingkat konversi yang lebih tinggi. Menariknya, efek tingkat konversi yang lebih tinggi ini untuk produk dengan harga lebih tinggi atau produk berisiko.

Jadi, jika merasa kewalahan dengan opsi berbasis seluler, ikuti saran dari para ahli yang lebih suka memesan perjalanan yang bisa mahal dan berisiko menggunakan komputer. Karena mereka dengan mudah membandingkan harga dengan hanya membuka beberapa tab di desktop.

Kalau traveler biasanya memesan perjalanan dimana? Menggunakan ponsel atau desktop?



Simak Video "Survei LSI: Yang Tidak Puas Kinerja Jokowi Cenderung Dukung Anies"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA