Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Nov 2022 13:11 WIB

TRAVEL NEWS

Yunani Galau Banget, Pilih Utamakan Konservasi dan Pariwisata

Syanti Mustika
detikTravel
Turis di Acropolis, Athena kepanasan saat suhu udara mencapai 42 derajat celsius pada 24 Juli 2022. (Louisa Goulimaki/AFP via Getty Images)
Turis di Acropolis, Yunani (Foto: AFP via Getty Images/LOUISA GOULIAMAKI 0
Jakarta -

Terdapat 18 situs UNESCO di Yunani yang dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Negara itu pun galau akan mengutamakan konservasi atau pariwisata.

Dilansir dari AFP, Kamis (17/11/2022) terdapat 18 situs Warisan Dunia UNESCO yang harus berhadapan dengan dunia pariwsiata yang membuat para ahli berseru 'keseimbangan' demi melindungi monumen-monumen kuno yang menjadi kebanggaan Yunani.

Lebih dari separuh situs Warisan Dunia Yunani berasal dari zaman Kuno, seperti Parthenon di Athena, Kuil Apollo, Olympia, dan tempat perlindungan Delphi. Ada juga situs Bizantium dari abad pertengahan yang masuk dalam daftar UNESCO.

Menteri Kebudayaan Lina Mendoni mengungkapkan bahwa semua situs tersebut harus menjadi primadona wisatawan domestik dan asing.

Parthenon YunaniParthenon Yunani Foto: Ristiyanti Handayani/d'traveler

Sebagai gambaran pada bulan Agustus, sebagai puncak musim panas, Mendoni dan menteri pariwisata Vassilis Kikilias melaporkan Acropolis dikunjungi 16.000 turis setiap hari, jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Angka itu memicu perdebatan karena dikhawatirkan jumlah kunjungan bisa merusak situs.

Turis di Acropolis, Athena kepanasan saat suhu udara mencapai 42 derajat celsius pada 24 Juli 2022. (Louisa Goulimaki/AFP via Getty Images)Turis di Acropolis, Athena kepanasan saat suhu udara mencapai 42 derajat celsius pada 24 Juli 2022. (Louisa Goulimaki/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/LOUISA GOULIAMAKI

Kini, situasi mendesak tengah dihadapi Yunani. Karena krisis ekonomi dekade terakhir dan pandemi Covid-19, Athena pun menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama dan prioritas utama.

"Krisis Yunani memperburuk penurunan model ilmiah untuk kepentingan pertumbuhan, yang sekarang menjadi prioritas lebih dari sebelumnya," kata Yannis Theocharis, seorang arkeolog di kementerian kebudayaan.

Wakil presiden Persatuan Arkeolog Yunani menyesalkan bahwa banyak monumen telah terdegradasi oleh pekerjaan pembangunan.

Contohnya Acropolis yang menjadi kontroversi dua tahun lalu ketika pemerintah Yunani memutuskan memasang lift dan tanjakan beton untuk meningkatkan akses bagi penyandang cacat. Hal itu menyebabkan beberapa arkeolog mengutuk pendekatan teknologi berlebihan yang mengubah monumen secara estetis. Namun kedua inovasi tersebut tetap dibangun.

Direktur Pusat Warisan Dunia Lazare Eloundou Assomo dalam konferensi Delphi mengungkapkan bahwa penerimaan dan pengelolaan adalah tantangan yang besar.

"Penerimaan dan pengelolaan pengunjung menimbulkan tantangan besar. Yunani melakukan upaya nyata untuk mempertimbangkan apa yang dipertaruhkan dari pariwisata berlebihan, dengan hasil yang nyata," kata dia.

Dia menambahkan bahwa e-tiket dan sistem manajemen telah disiapkan untuk mengatasi kelebihan pengunjung.



Simak Video "Mobil-mobil Berserakan Usai Banjir Bandang Menerjang Yunani"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA