Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 19 Nov 2022 20:50 WIB

TRAVEL NEWS

Komodo Punya Rumah Baru di San Francisco, Bentuk Diplomasi RI-AS

Putu Intan
detikTravel
Komodo di Kebun Binatang San Francisco
Komodo jantan RINCA. Foto: dok. KJRI San Francisco
San Francisco -

Seekor komodo jantan menempati rumah barunya di Kebun Binatang San Francisco. Komodo ini bakal menemani komodo betina yang sudah lebih dulu tinggal di sana.

KJRI San Francisco menyambut kedatangan komodo jantan hasil pengembakbiakan di Amerika Serikat (AS). Komodo itu diberi nama RINCA.

"Kami beri nama SIKKA untuk komodo betina yang berusia 9 tahun, sementara untuk komodo jantan yang baru tiba kami beri nama RINCA. Kedua nama tersebut asli istilah lokal Indonesia, yang berasal dari Flores, NTT," kata Konjen RI San Francisco Prasetyo Hadi dalam rilis yang diterima detikcom.

Nama SIKKA terinspirasi dari nama perempuan di Flores, yang merupakan bahasa resmi yang dituturkan oleh suku Sikka di Kabupaten Sikka bagian Tengah dan Timur, NTT. Selain itu, Sikka juga dikenal sebagai penghasil tenun tradisional dan kesenian tradisional lainnya yang dibuat oleh masyarakat Flores saat ini.

Sementara nama RINCA diambil dari pulau kecil di area habitat Komodo dan daerah Flores, salah satu dari tiga pulau terbesar tempat tinggal Komodo.

"Nama SIKKA maupun RINCA dipilih sebagai simbol keragaman, keharmonisan, dan kekayaan budaya Indonesia," ucapnya.

Komodo di Kebun Binatang San FranciscoKomodo di Kebun Binatang San Francisco. Foto: dok. KJRI San Francisco

Kebun Binatang San Francisco dipilih sebagai mitra KJRI San Francisco karena kredibilitasnya dalam mengadvokasi tema keberlanjutan. Ini terbukti dengan telah diperolehnya penghargaan Sustainability Award tahun 2022 dari San Francisco Chamber of Commerce.

Kebun Binatang ini merupakan salah satu kebun binatang terbesar di California serta terdapat sedikitnya dua ribu binatang termasuk hewan langka dan terancam punah yang mewakili lebih dari 250 spesies serta berbagai aneka taman, yang dikunjungi sedikitnya 957 ribu orang setiap tahunnya.

Tak hanya menempatkan komodo di sana, KJRI San Francisco juga mempromosikan satwa komodo serta orang utan pada khalayak AS. Bentuk promosi terintegrasi menggunakan video, poster, spanduk, serta sarana edukasi lainnya.

Pihak Kebun Binatang San Francisco juga telah menyetujui untuk menggunakan berbagai materi promosional tersebut untuk dipasang secara permanen di situs komodo, orang utan, dan beberapa titik yang padat pengunjung di Kebun Binatang San Francisco, termasuk apabila ingin memperbarui dan menambahkan materi edukasi di masa mendatang.

Dengan pendekatan seperti itu, seluruh materi edukasi dan promosi tersebut setiap saat dapat dilihat dan dibaca oleh para pengunjung kebun binatang, dan diharapkan dapat membentuk persepsi yang semakin positif dan berkesinambungan, juga menjadi magnitude tersendiri bagi wisatawan lokal dan asing di AS untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata nasional.

Selain itu, yang terpenting adalah eksistensi Indonesia melalui satwa langkanya yang khas akan tetap eksis di Kebun Binatang San Francisco dalam jangka waktu yang lama.

Komodo di Kebun Binatang San FranciscoPengunjung melihat komodo di Kebun Binatang San Francisco. Foto: dok. KJRI San Francisco

Pemilihan komodo dan orang utan sebagai bagian dari strategi promosi adalah karena kedua binatang tersebut dikategorikan sebagai endangered animals (satwa langka) dunia dari Indonesia. Komodo juga merupakan salah satu satwa takjub dunia yang dimiliki Indonesia.

Adapun digunakannya Taman Nasional Komodo dalam promosi wisata tersebut karena taman tersebut telah masuk sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO serta merupakan bagian dari kampanye positif komitmen Indonesia untuk konservasi dan promosi destinasi wisata berkelanjutan, sejalan dengan upaya pengembangan sektor pariwisata pemerintah saat ini khususnya di lima destinasi pariwisata super prioritas.

Upaya KJRI San Francisco ini diharapkan dapat turut membantu membangkitkan pariwisata nasional melalui konservasi, sehingga pada gilirannya dapat memberikan dampak bagi pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.



Simak Video "Detik-detik Rantis Komodo Tabrak Ibu Bonceng Anak di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA