Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Nov 2022 23:09 WIB

TRAVEL NEWS

Marvel Punya Talocan, Indonesia Punya Suku Bajo

Syanti Mustika
detikTravel
Kemampuan Suku Bajau Bantu Ciptakan Terobosan Sains
Foto: DW (Soft News)
Jakarta -

Sudah nonton Black Panther: Wakanda Forever belum? Kamu yang sudah nonton pasti sudah tahu dengan Namor dan kerajaan yang dipimpinnya Talocan.

Tenang, detikTravel tidak akan memberikan bocoran jalan cerita film terbaru Marvel ini. Namun ada karakter menarik yaitu Namor dan Suku Talocan yang punya kemiripan dengan salah satu suku di Indonesia lho.

Dalam 'Black Panther: Wakanda Forever' Namor dan kerajaannya hidup di dasar lautan. Tentu saja kemampuan mereka hidup di dalam air menjadi 'dunia baru' bagi kita orang daratan.

Talokan didasarkan pada mitologi Meksiko yaitu oleh Tlalocan, sebuah kota yang diperintah oleh dewa hujan Tlaloc. Dalam budaya Aztec, kota ini tujuan akhirat bagi mereka yang meninggal karena tenggelam atau tersambar petir.

Black Panther: Wakanda ForeverNamor di Kerajaan Talocan Foto: dok. Marvel Studios

Melihat Namor dan rakyatnya berenang lincah kian kemari di lautan mengingatkan kita dengan Suku Bajo, salah satu suku asli Indonesia yang juga hidup di lautan. Namun bedanya, Suku Bajo tidak tinggal di dasar laut.

Namun soal kelincahan berenang dan menyelam, Suku Bajo memang sudah terkenal sejak dulu. Mereka mampu menahan nafas hingga 13 menit dan menyelam hingga kedalaman 60 meter tanpa alat bantu nafas sama sekali. Bisa dikatakan semua umur, mulai anak-anak hingga dewasa punya kemampuan renang dan menyelam yang bikin takjub.

Jika dibandingkan dengan manusia biasa, kita hanya mampu bertahan 30-60 detik saja di dalam air. Tentu sangat jauh sekali dibandingkan dengan Suku Bajo.

Suku ini tersebar di perairan Kalimantan Timur (Berau, Bontang), Kalimantan Selatan (Kota Baru), Sulawesi Selatan (Selayar), Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (Pulau Boleng, Seraya, Longos, Komodo), Sapeken, Sumenep, dan wilayah Indonesia timur lainnya.

Suku Bajo Mantigola yang tinggal di Ambewa, Wakatobi.Suku Bajo Mantigola yang tinggal di Ambewa, Wakatobi. Foto: Melissa Bonauli
Kemampuan Suku Bajau Bantu Ciptakan Terobosan SainsKemampuan Suku Bajau Bantu Ciptakan Terobosan Sains Foto: DW (Soft News)

Dikutip dari CNN Indonesia, Koordinator Kelompok Studi Maritim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dedi Supriadi Adhuri, menyebut kemampuan itu adalah hasil adaptasi dari kebiasaan Orang Bajo yang hampir 24 jam hidup di laut.

"Secara fisik mereka beradaptasi juga. Mereka dibanding dengan suku bangsa lain di Indonesia, bisa bertahan di dalam laut lebih lama," ucap Dedi.

Kedekatan Suku Bajo dengan laut bisa dilihat juga dengan cara mereka yang menetap di laut dengan membangun rumah panggung. Hidup mereka juga bergantung dengan hasil laut. Julukan manusia ikan pun sangat melekat dengan Suku Bajo.

Suku Bajo punya banyak nama. Orang Melayu menyebutnya mereka sevagi Celates, orang Jawa menyebut mereka Bujuss. Di perairan Selat Makassar, mereka disebut Bajau atau Bajo dan mereka sendiri menyebut dirinya Orang Sama.



Simak Video "'Black Panther: Wakanda Forever' Masih Perkasa di Box Office"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA