Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 28 Nov 2022 11:36 WIB

TRAVEL NEWS

Satu Keluarga Tewas Mengambang di Pantai Kupang, Ini Fakta-faktanya

Tim detikBali
detikTravel
Tiga mayat laki-laki ditemukan mengapung di Pantai Lalendo, Desa Bolok, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (27/11/2022) pagi.
Foto: Penemuan mayat di pantai Lalendo, Kupang (dok. Istimewa)
Kupang -

3 Mayat ditemukan mengapung di pantai Lalendo, Kupang. Mereka ternyata masih satu keluarga. Mereka bukan wisatawan, tetapi pencari ikan. Berikut fakta-faktanya:

Duka mendalam dirasakan keluarga besar Ardi Pu'ay (32), Devrit Pu'ay (32), dan Nino Marten Puay (35). Tiga orang sekeluarga itu ditemukan tewas mengapung di Pantai Lalendo, Kupang, NTT, Minggu (27/11/2022).

Mereka berpamitan kepada keluarga untuk mencari ikan pada Sabtu (26/11/2022) sekitar pukul 17.00 Wita. Ardi berboncengan dengan adik kandungnya Devrit, sementara Nino yang dipanggil bapak kecil mengendarai motor sendirian.

Mereka pergi memanah ikan tanpa membawa alat komunikasi, sehingga keluarga kesulitan menghubungi korban yang tak kunjung pulang ke rumah. Hingga akhirnya keluarga mendapat kabar ketiganya tenggelam dan ditemukan tewas mengapung di pantai.

1. Dapat Kabar dari Ketua RT

Istri Ardy, Mery Puay mengaku mendapat kabar kematian suaminya dari Ketua RT 46, Kelurahan Liliba, Kris Salukh. Saat itu Kris mendatangi rumah Mery dan menanyakan apakah suaminya sudah pulang dari mencari ikan.

"Saya jawab belum, Ketua RT lalu menyampaikan suami saya mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut. Saya hampir pingsan dan peluk tiga orang anak. Saya sampaikan bapak sudah jalan kasih tinggal kita," ujar Mery sambil menangis histeris saat diwawancarai di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Kupang, Minggu (27/11/2022).

2. Pesan Terakhir Ardy ke Anaknya

Mery menceritakan, sebelum berangkat memanah ikan, Ardy Puay sempat berpamitan kepada anak pertamanya agar menunggu dia pergi memanah ikan. "Tunggu, karena bapak mau pergi panah ikan di laut untuk kita makan," ucap Mery menirukan pesan terakhir mendiang suaminya.

Namun takdir berkata lain, suaminya pulang dalam kondisi tak bernyawa dan pamitan itu menjadi pesan terakhir Ardy kepada anaknya. Ardy pergi meninggalkan tiga orang anak.

"Kami punya anak ada tiga orang, anak pertama umur 7 tahun, anak kedua umur 2 tahun 11 bulan, dan anak ketiga umur 1 tahun," urai Mery.

Sedangkan Defrit belum memiliki anak dan dan Nino meninggalkan satu anak umur 3 tahun. Ketiga korban kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan di Kota Kupang.

3. Korban Biasa Mencari Ikan

Ketua RT 46 Kris menyebut, ketiga korban sudah sering pergi memanah ikan di pantai. Menurutnya, mereka sudah terbiasa membaca situasi dan kondisi lapangan.

Sayangnya, memanah ikan kali ini menjadi yang terakhir kalinya bagi para korban. "Saya menyesal sekali. Tapi ini situasi tanpa diduga," katanya.

4. Kronologi Kejadian

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan kronologi kejadian tiga korban tewas mengapung di Pantai Lalendo. Pihaknya menduga, air laut pasang saat korban mencari ikan, sehingga mereka tewas tenggelam.

Para korban ditemukan tenggelam saksi Andro Hatan dan Bernadus Atin di Pantai Lalendo. Dua mayat ditemukan berdekatan, mengenakan celana panjang karet berwarna hitam.

Mayat di posisi sebelah kiri mengenakan baju warna merah bata, sementara mayat di sampingnya mengenakan kaus berwarna loreng. Di samping mereka ada dua jeriken oli warna merah berukuran 10 liter.

Sedangkan mayat yang satunya ditemukan agak jauh dari kedua mayat. "Tiga orang itu ditemukan Andro Hatan warga RT 03, RW 05, Desa Bolok, dalam kondisi mengapung dan tak bernyawa," ujar Arianto.

Usai ditemukan, korban dievakuasi tim SAR gabungan KPP Kupang, Lantamal VII Kupang, Marinir Kupang, Polairud Kupang, Polres Kupang, Polsek Kupang Barat, BPBD NTT, Tagana Kupang, Relawan K2S, masyarakat, dan keluarga korban, ke RS Bhayangkara Kupang.

Pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah dan menolak melakukan autopsi. Rencananya jenazah tiga korban disemayamkan bersamaan di rumah Ardy.


-----

Artikel ini telah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Evakuasi Bayi di Tengah Kobaran Api Kapal Terbakar di Kupang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA