Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 29 Nov 2022 07:02 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: Indonesia Kaya Raya, Perlu 3.000 Tahun Daftarkan Budaya ke UNESCO

Menparekraf Sandiaga Uno pakai tanjak hadiri acara Harvesting BKSS di Palembang.
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno pakai tanjak di Palembang. (Prima/detikSumut)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno menyebut Indonesia adalah negara yang kaya raya akan budaya. Saking banyaknya, butuh 3.000 tahun buat mendaftarkan itu semua ke UNESCO.

Belakangan ini, Kebaya jadi sorotan di lini masa media sosial. Setelah muncul wacana Singapura bersama-sama dengan Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam ingin mendaftarkan Kebaya menjadi Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO.

Tentu saja hal itu bikin netizen berang. Menparekraf Sandiaga Uno pun memberikan penjelasan.

"Perlu kami berikan penjelasan bahwa pendaftaran Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO adalah langkah perlindungan, edukasi dan tentunya peningkatan kapasitas. Ini adalah satu prestise dan kebanggaan tersendiri dan mendapat pengakuan internasional tapi juga terpenting mendapatkan nilai sosial dan ekonomi," ujar Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing di Lobby Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Jakarta, Senin (28/11/2022).

Menurut Sandiaga, pendaftaran itu bisa dilakukan secara individu atau gabungan dari beberapa negara. Setiap negara punya jatah atau kuota untuk mendaftarkan warisan budaya mereka ke UNESCO. Satu warisan budaya dalam 2 tahun.

Sandiaga Uno pun menyebut Indonesia butuh 3.000 tahun untuk mendaftarkan semua warisan budaya yang dimiliki ke UNESCO, mengingat betapa kayanya negeri ini.

"Indonesia ini kaya raya, memiliki 1.528 Warisan Budaya Tak Benda yang bisa diajukan ke UNESCO. Dan jika itu dilakukan, perlu 3.000 tahun karena hanya bisa diakomodir setiap 2 tahun," ucap Sandiaga.

Sedangkan untuk Joint Nomination dapat diajukan oleh dua atau lebih negara secara bersama-sama, setiap tahun sekali.

"Oleh karena itu, joint nomination adalah salah satu cara atau strategi untuk mempercepat proses enkripsi Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO," jelas mantan Wagub DKI ini.

Untuk kasus Kebaya, Sandiaga dengan tegas menyebut Kebaya akan tetap didaftarkan ke UNESCO sebagai Single Nomination.

"Kebaya tidak lagi perlu diperdebatkan. Ini tentunya budaya luhur milik anak bangsa dan telah diputuskan untuk jadi Single Nomination. Tentunya kita akan mendorong dan menguatkan agar kebaya diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia," tutupnya.



Simak Video "Sandiaga Sebut Kasus Video Syur Kebaya Merah Coreng Dunia Perhotelan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA