Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Des 2022 13:44 WIB

TRAVEL NEWS

Gunung Berapi Terbesar Meletus, Malah Jadi Tontonan Turis

Putu Intan
detikTravel
People watch the eruption of Mauna Loa, Monday, Nov. 28, 2022, near Hilo, Hawaii. Mauna Loa, the worlds largest active volcano erupted Monday for the first time in 38 years. (AP Photo/Marco Garcia)
Wisatawan menonton letusan Mauna Loa. Foto: (AP Photo/Marco Garcia)
Jakarta -

Gunung berapi terbesar di dunia, Mauna Loa meletus. Tapi aliran lahar gunung ini malah jadi tontonan menarik buat wisatawan.

Pemandangan Mauna Loa yang menyemburkan lava pijar rupanya jadi potensi wisata di Big Island, tempat Maula Loa berdiri. Wisatawan ramai-ramai datang ke sana, seolah tak mau melewatkan fenomena yang muncul pertama dalam 38 tahun itu.

Antusiasme wisatawan terlihat dari beberapa hotel di dan sekitar Hilo yang penuh dipesan. Selain itu, tur helikopter untuk melihat Mauna Loa dari langit juga diminati wisatawan dan jurnalis.

"Saat ini sedang booming. Kamar kami terjual habis sampai setelah Natal," kata staf resepsionis di Castle Hilo Hawaiian Hotel Marian Somalinog seperti dikutip dari AP.

Somanilog membeberkan, kenaikan jumlah wisatawan ini terkait dengan pemandangan lahar yang mengalir ke sungai-sungai. Cahaya yang berpijar dari letusan itu juga dapat dilihat dari hotel.

Sampai saat ini aliran lahar memang masih jauh dari permukiman sehingga tidak membahayakan wisatawan. Mereka dapat menikmati pemandangan di tingginya aktivitas gunung itu.

Tak cuma menyaksikan pemandangan gunung meletus, mereka juga mengabadikannya dalam foto. Tak jarang mereka juga berselfie dengan latar lahar mengalir.

Juru bicara Taman Nasional Gunung Api Hawaii Jessica Ferracane mengatakan, banyak pengunjung mengetahui tentang Mauna Loa tetapi tidak menyadari bahwa Kilauea, gunung berapi yang lebih kecil, juga sedang meletus. Pengunjung dapat melihat keduanya dari berbagai tempat di dekat kaldera yang terakhir.

"Itu belum pernah terjadi sejak 1984. Ini adalah waktu yang sangat istimewa untuk berada di sini," kata Ferracane.

Meskipun begitu, jumlah pengunjung Taman Nasional Gunung Hawaii belum meningkat sejak gunung meletus pada 27 November malam. Ferracane memprediksi peningkatan terjadi akhir pekan ini.

Saddle Road yang berada di luar Taman Nasional Gunung Api Hawaii mungkin tidak akan lama menjadi tempat tontonan utama. Lava merah dan panas merayap ke arahnya.

Ilmuwan yang bertanggung jawab di Hawaiian Volcano Observatory Ken Hon mengatakan, arus telah melambat dan berada pada 5,3 kilometer selatan jalan raya pada Kamis (1/12/2022). "Kami tidak benar-benar tahu ke arah mana aliran lahar pada akhirnya akan pergi," kata Hon.

Sementara itu, Gubernur Hawaii David Ige telah mengeluarkan status darurat untuk memungkinkan responden tiba dengan cepat atau membatasi akses sesuai kebutuhan. Jika lahar melintasi jalan raya, Garda Nasional Hawaii dapat membantu merencanakan alternatif dan mencoba membuat rute jalan pintas.



Simak Video "Langit Merah Membara Akibat Letusan Gunung Berapi Terbesar di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA