Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 06 Des 2022 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Ganjar: Promo Wisata Religi Bisa Titip ke Habib Syech, Masak Kalah dari Thailand?

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon
Makam Sunan Gunung Jati (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Jakarta -

Negeri tetangga, Thailand, sangat sukses dengan wisata religinya. Bagaimana dengan Indonesia yang sebenarnya sudah sangat ramai?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyentilnya dalam temu wartawan mingguan di Kemenparekraf, Senin (5/12/2022). Sebab, Indonesia memiliki potensi kuat untuk mengembangkan wisata religi. Di antaranya, memiliki makam para wali dan juga punya candi Buddha terbesar di dunia.

Lalu pengoptimalan dan rencana baru ke depan akan seperti apa?

"Jadi, sudah ada paketnya tidak hanya di Jawa Tengah, tapi juga sampai Cirebon dan Jawa Timur. Itu barangkali menarik. Sekali jalan biayanya sekitar Rp 2 jutaan," kata dia.

"Pernah suatu ketika ada teman datang dan mereka sering mengundang Habib Syech-Habib Luthfi ke Malaysia. Ada keinginan hadir itu tinggi sekali," katanya.

"Mereka butuh informasi yang lebih banyak apakah paketnya itu bisa menjelajah. Maka kita tawarkan, "Eh empat hari lho kamu bisa menjelajah semuanya". Maka apakah sudah ada rencana? sudah," dia menambahkan.

Ganjar Pranowo di WPB KemenparekrafGanjar Pranowo di WPB Kemenparekraf (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Kata Ganjar, itu adalah destinasi yang berunsur islami. Ada juga Borobudur, Prambanan dan bahkan penganut agama Hindu dari Bali beruduyun-duyun datang ke lereng Gunung Lawu, ke Candi Sukuh, Cetho itu luar biasa, termasuk di Dieng.

"Karena katanya Dieng itu jauh lebih lama dan lebih tua. Maka ini sudah ada rencananya belum? Sudah. Tinggal kita mau gabungkan nanti dengan program dari kementerian," ujar dia.

"Sehingga kalau mau promo ini adalah momen yang paling bagus untuk bisa kita keluar ke tetangga. Tapi hari ini ke Pak Wisnu dulu dan kalau ke tetangga sebelah tinggal dikloning saja," kata dia.

Lebih lanjut, Ganjar menuturkan bahwa promosi wisata religi ke negara tetangga bisa melalui pemuka agama Indonesia. Karena, mereka sering diundang ke sana.

"Saya sering ngobrol dengan Habib Syech begitu, "Bib ada selawatan nggak di sana? (ke luar negeri) Ada. Itu sebenarnya beliau mau dititipin. Jadi paketnya ini yang kita tawarkan sekaligus ngajakin biro travel ya untuk ke sana," kata dia.

Fasilitas dasar wisata religi lemah

Di kesempatan yang sama, Sandiaga Uno menyebut wisata religi dari Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon sampai Sunan Ampel di Surabaya memiliki pesona kuat.

"Kadang ditambah wali ke-10 di Jombang mampir ke makamnya Gusdur. Ini karena sehari bisa menarik 10-15 ribu kunjungan apa lagi kalau dipaketkan dengan acara selawatan atau prosesi wisata religi yang lain," kata dia.

Ia lalu melihat PR utama di masing-masing destinasi adalah toilet dan parkir. Jadi kelemahannya masih ada dii infrastruktur dasar.

"Tapi kami akan bekerjasama dengan Kementerian PUPR, karena sesuai arahan presiden bahwa wisatawan nusantara harus dimanjakan. Jadi standarnya harus seperti Bali," kata dia.

"Pak Luhut bilang kebersihan toiletnya harus standar G20. Jadi Pak Wisnu ini juga harus diberikan layanan terbaik. Kita akan anggarkan revitalisasi di destinasi wisata religi ini," katanya.

"Kita sudah coba di Jakarta di Masjid Keramat Luar Batang, Kampung Bandan dan di Mbah Priuk ini lumayan hasilnya memberikan pengalaman menarik. Juga menggerakkan ekonomi lokal dan target 1,4 miliar pergerakan ini bisa tercapai jika fokus pada segmen dan target yang tepat," ujar Sandiaga.



Simak Video "Benda-benda Bersejarah Peninggalan Rumah Tua Cut Nyak Dhien, Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA