Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 10 Des 2022 15:49 WIB

TRAVEL NEWS

Aksi Nyentrik Dukun Kuda-Penonton Pasang Tarif di Arena Pacuan Kuda Dompu

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Salah seorang pemilik Kuda yang disebutkan Dukun atau Sando sedang memperagakan sesuatu ketika kuda sedang berpacu
Dukun kuda memperagakan sesuatu agar kuda berpacu. Foto: Faruk Nickyrawi/detikcom
Dompu -

Berbagai hal unik dapat ditemui ketika menonton langsung event pacuan kuda tradisional dengan joki cilik di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya adalah aksi nyentrik orang-orang yang disebut sebagai Sando atau dukun kuda.

Aksi mereka ini, akan bisa ditemui ketika kuda akan dilepas ke dalam garis start dan ketika kuda sedang berlari berpadu kecepatan. Kuda yang akan diikutkan berlari sebelum dilepas, terlebih dahulu dibacakan mantra atau doa-doa khusus. Tidak diketahui pasti apa bunyi doa yang mereka bacakan kepada kuda.

Tak hanya itu, beberapa kuda juga dioleskan air cabai pada bagian punggung atas belakang (di atas bokong) hal ini dimaksudkan agar kuda merasakan sensasi panas dari cabai sehingga bisa melaju dengan cepat.

Ketika kuda sedang berlari, beberapa orang yang disebut Sando atau dukun mulai melakukan aksinya. Mereka akan berteriak memanggil nama kuda sambil mengacungkan tangan dari berbagai arah.

"Rai ana ee, Rai Kakalo pu lenga mu re, (lari lah, lari lewati lah teman mu itu)," begitu teriak salah seorang dukun dari luar arena pacuan.

Setelah itu, ketika kuda mereka finis terdepan atau masuk dalam 3 besar tercepat, mereka akan senang kegirangan.

Para Penonton Pasang Tarif dari Tribun

Di tengah riuhnya suasana kegirangan menonton pacuan kuda, terdapat potret miris yang seolah lumrah terjadi dan disebut sudah menjadi kebiasaan ketika ada event pacuan kuda. Para penonton diduga berjudi dengan memasang tarif atau bertaruh sejumlah uang untuk kuda yang mereka jagokan masing-masing.

Meski terhadap himbauan tulisan 'STOP ! Jangan Jadikan Arena Pacuan Kuda Lemba Kara Sebagai Ajang Perjudian' yang dipasang pada tribun panitia, namun hal itu seolah-olah tak bermakna bahkan tak dihiraukan. Tetap saja para penonton asik dengan hobi mereka.

"Mereka pasang ada ratusan ribu hingga jutaan untuk kuda yang mereka anggap sangat cepat berlari," ungkap salah seorang penonton yang enggan disebutkan namanya pada detikBali Rabu (7/12/2022).

Meski begitu, tidak ada keributan antara para penonton yang memasang uang (berjudi) ini pada setiap event berlangsung. Mereka sama-sama kembali dengan penuh semangat ketika event selesai pada setiap harinya.



Simak Video "Ada Pro Kontra Eksploitasi Anak, Tradisi Pacuan Kuda Sumbawa Tetap Eksis"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Live Breaking News
×
Pleidoi Hendra Kurniawan Cs
Pleidoi Hendra Kurniawan Cs Selengkapnya