Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Jan 2023 20:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kutub Utara China Catatkan Rekor Terendah, -53C!

Kota Mohe
Kota Mohe (Foto: CNN)
Jakarta -

Sebuah kota yang terletak di paling utara China telah mencatat suhu terendah. Kawasan ini dikenal sebagai Kutub Utaranya negara itu.

Melansir BBC, Selasa (24/1/2023), Mohe namanya. Kota ini terletak di Provinsi Heilongjiang, dekat dengan perbatasan Rusia. Pada hari Minggu, stasiun meteorologi setempat mencatat rekor suhu terendah, yakni -53C pada pukul 7 pagi.

Suhu terdingin sebelumnya yang tercatat di Kota Mohe adalah -52,3C pada tahun 1969. Namun, suhunya masih di bawah rekor nasional China.

Suhu terdingin yang pernah tercatat di China adalah -58C, di Kota Genhe, Mongolia Dalam pada Desember 2009. Mohe tidak asing dengan cuaca dingin, China Daily mengamininya dengan periode musim dingin berlangsung selama delapan bulan.

Efeknya ialah Kota Mohe selalu menarik wisatawan sepanjang tahun karena terdapat taman es dan salju, dan tempat bermain ski. Pada tahun-tahun sebelumnya, itu juga menjadi tuan rumah maraton musim dingin.

Sepanjang tahun ini, suhu rata-rata kota ini adalah -15C. Dalam sepekan terakhir, otoritas meteorologi China mengeluarkan peringatan karena suhu yang turun dan angin dingin di wilayah tersebut.

Kantor Berita Xinhua mengatakan sejumlah daerah di Pegunungan Khingan Raya, yang membentang di Mongolia Dalam dan Heilongjiang, mengalami rekor suhu rendah baru selama akhir pekan.

Sejak Jumat, suhu turun di bawah -50C di Mohe selama tiga hari berturut-turut. Fenomena itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Beijing News melaporkan pada hari Jumat bahwa konsumsi batu bara telah meningkat sepertiga di kota itu, karena cuaca dingin yang menggigit.

Perusahaan mobil juga mengatakan kepada surat kabar itu bahwa mereka telah memanfaatkan cuaca dingin untuk menguji kinerja pengereman kendaraan.

China telah mencatat rekor suhu selama setahun terakhir, baik panas maupun dingin.

Awal bulan ini, kantor berita Xinhua mengatakan bahwa negara itu telah mencatat musim panas dan musim gugur terpanas dalam 60 tahun, dengan beberapa kota memecahkan rekor.

Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan cuaca ekstrem secara umum. Meski para ilmuwan setuju bahwa suhu global meningkat, itu tidak berarti kita akan berhenti mengalami periode cuaca yang sangat dingin.



Simak Video "Sorotan Ahli Demografi soal Menyusutnya Populasi di China"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA