Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 25 Jan 2023 12:21 WIB

TRAVEL NEWS

Ratusan Turis China Datang ke Bali Mau Nikmati Pantai hingga Spa

Putu Intan
detikTravel
Chinese tourists arrive at Ngurah Rai international airport in Bali, Indonesia on Sunday, Jan. 22, 2023. A direct flight from China landed in Indonesias resort island of Bali for the first time on Sunday in nearly three years after the route was cancelled due to the pandemic.  (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Turis China tiba di Bali. Foto: AP/Firdia Lisnawati
Jakarta -

Turis China akhirnya dapat kembali berwisata ke Bali. Mereka langsung mencari wisata pantai hingga spa di Pulau Dewata.

Sebanyak 210 turis China mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam dari Bandara Internasional Bao'an Shenzhen, Guangdong, China, pada Minggu (22/1/2023). Pada kesempatan itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama stakeholder pariwisata Bali menyambut mereka dengan antusias.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, turis yang datang ini merupakan kalangan menengah atas. Mereka memilih datang ke Bali karena sudah rindu dengan wisata alam di sana.

"Penerbangan perdana dari Shenzen kualitasnya lebih tinggi dan karena sudah sekian tahun tidak mengunjungi Bali mereka sangat antusias dan rata-rata didominasi keluarga dari kelompok menengah ke atas. Mereka menginginkan berwisata di Nusa Dua dan wisata pantai dan beberapa destinasi favorit di Bali," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Selasa (24/1/2023).

Senada dengan Sandiaga, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) juga menyampaikan bahwa turis China memburu wisata pantai. Pasalnya, di China para turis ini jarang menemukan nuansa pulau tropis layaknya Bali.

"Kita tahu Tiongkok kawasan daratnya luas sehingga pantai jadi tujuan favorit bagi mereka. Nusa Penida, Tanjung Benoa, jadi tempat-tempat favorit untuk melihat pantai, ombak dan lain sebagainya," ujar Cok Ace.

Selain itu, Cok Ace juga menyebut faktor keramahan masyarakat Bali sebagai hal yang dirindukan turis China. Penerimaan yang baik membuat turis China memilih Bali sebagai tempat mereka menghabiskan libur Tahun Baru China.

"Masyarakat Bali sangat terbuka dengan wisatawan dari Tiongkok. Ada akulturasi yang terjalin sejak dulu, banyak peninggalan-peninggalan Tiongkok masih dilestarikan di Bali. Banyak budaya yang kita kembangkan di Bali, jadi baik manusia maupun budayanya ini ada kecocokan sehingga sangat gampang sekali bergaul, berinteraksi dengan masyarakat Bali," ujarnya.

Sementara itu, menurut Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini, turis perempuan juga punya minat untuk menikmati wisata wellness di Bali. Salah satunya melalui spa.

"Spa, wellness disebutkan mereka. Mereka datang langsung 'saya mau ke spa', disebutkan oleh perempuan yang ada di sana," ia memaparkan.

"Kemudian makanan, Indonesia makanannya enak sekali. Bali makanannya enak sekali," ia menambahkan.

Dari segi administrasi, adanya Visa On Arrival juga mempermudah turis China datang ke Indonesia terutama Bali. Apalagi sekarang mereka dapat melakukan pembayaran secara elektronik.

"Visa dianggap friendly dibandingkan beberapa negara. Apalagi sekarang sudah ada VOA Visa On Arrival dan bisa dengan electronic payment. Terbukti ketika mereka datang pengalaman cepat sekali dalam setengah jam sudah beres semuanya," kata Made.

Di samping itu Ketua Bali Tourism Board Gus Agung juga menyebut kesuksesan G20 menjadi pemicu banyaknya turis China datang ke Bali. Banyak yang penasaran dengan suasana terkini di Bali usai perhelatan internasional tersebut.

"Keberhasilan G20 sangat membantu, bagaimana curious mereka datang ke Bali setelah G20 banyak mata terpasang pada waktu itu jadi membuat kerja kita di Bali semakin gampang," kata Gus Agung.

Gus Agung juga menyampaikan ke depannya, frekuensi penerbangan dari China ke Bali bakal ditambah. Ini diharapkan dapat menggenjot pariwisata Bali.

"Dari Lion mulai Juni ada peningkatan. Sekarang penerbangan seminggu sekali, nanti jadi 3 kali seminggu," ia memaparkan.



Simak Video "Alasan Indonesia Tak Wajibkan Turis China Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA