Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Feb 2023 14:12 WIB

TRAVEL NEWS

Keramahan Milik Indonesia Dibawa WNI Hingga ke Qatar

Lucas Aditya
detikTravel
Terkesan keramahan WNI di Qatar
Terkesan keramahan WNI di Qatar (Lucas Aditya/detikTravel)
Jakarta -

Indonesia terkenal dengan keramahan penduduknya. Keramahan itu tak luntur meski telah tinggal lama di luar negeri. WNI di Qatar menjadi bukti nyatanya.

detikTravel membuktikannya saat mendapatkan kesempatan untuk meliput Piala Dunia 2022. Tantangannya, Qatar saat Piala Dunia menjadi Qatar yang lebih mahal dari hari-hari biasa yang sudah serba mahal.

Nilai tukar rupiah terhadap riyal Qatar sudah menunjukkannya. Ditambah lagi Qatar sedang berpesta menjamu tim sedunia beserta suporternya.

Sebagai gambaran, harga sewa hotel melambung tinggi, bahkan paling murah di aplikasi perjalanan bisa Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Belum lagi harga makanan yang mahal, sekali makan sekitar 20 Riyal sampai 40 Riyal atau sekitar Rp 80 ribu sampai 160 ribu.

Beruntung, WNI di Doha mengulurkan bantuan. Mereka menyewakan kamar sebagai akomodasi. Sehingga, ongkos yang dikeluarkan untuk penginapan masih masuk akal, 370 riyal atau sekitar Rp 1,6 juta.

Adalah WNI di Qatar, Ariyanto Santoso, yang mengirim daftar WNI yang menyediakan kamar di kediaman mereka untuk disewakan kepada pewarta asal Indonesia.

Terkesan keramahan WNI di QatarTerkesan keramahan WNI di Qatar Foto: Lucas Aditya/detikTravel

detikTravel bahkan sampai mempunyai dua 'bapak kos' yang menjadi keluarga baru selama gelaran Piala Dunia 2022, dua-duanya tinggal di Doha. Tinggal di compound atau cluster perumahan dijajal detikTravel di rumah Rommy Wibowo, pengalaman merasakan apartemen di Qatar dicoba di tempat tinggal Riza Wibawa.

Momen terbang ke Qatar itu tiba pada 17 November 2022. Perjalanan sembilan jam ditempuh dari Jakarta, menggunakan penerbangan langsung.

Sambutan hangat diterima detikTravel di kediaman Pak Romy di Al-Sidra Garden Compound, kawasan Ain-Khalid. Kamar yang cukup luas menjadi tempat tinggal tim detikTravel. Suasana di rumah itu langsung akrab.

Bukan hanya tempat berteduh yang disediakan oleh bapak kos, tetapi banyak plus-plusnya. Keduanya dengan ringan tangan menawarkan menjadi teman keliling Doha.

Mereka bukan teman lama lho. Mereka benar-benar baru ditemui detikTravel setelah mendarat di Doha. Kami berkenalan lewat WhatsApp sebelumnya, tepat sebelum detikTravel ditugaskan meliput Piala Dunia Qatar.

Agenda berkeliling Doha bersama pun bukan ide dari detikTravel. Justru Pak Romi yang berinisiatif untuk mengenalkan kota itu.

"Biar nanti nggak nyasar," kata Pak Romi.

Pada hari pertama ini, detikTravel bahkan diantarkan ke lokasi pengambilan akreditasi peliputan Piala Dunia.

Di luar dugaan, hari pertama yang biasanya digunakan untuk adaptasi seolah malah menjadi momen berjumpa kawan lama.

So, hari pertama di Doha sudah begitu mengesankan.

***

Masih ingat dengan Ulul Albab El Ibrahim? Bocah Indonesia yang viral menjadi player escort Cristiano Ronaldo. Ada peran istri Pak Romi, Veras Tiwi Skundarfanti. Bu Tiwi, begitu biasa dia disapa, kenal baik dengan Avida Prasetyo, ibu dari Ibrahim.

Janjian wawancara dengan Ibrahim langsung dibuat. Pak Romi dan Bu Tiwi rela mengantar 70 kilometer PP agar pertemuan dengan Ibrahim terwujud.

Selama 10 hari tinggal bersama keluarga Pak Romi, detikTravel diperlakukan seperti 'anak'. Dalam satu kesempatan, pernah kami tak bertemu selama dua hari. Pak Romi mengirim pesan singkat untuk sekadar mengobrol dan makan bersama.

Masakan Bu Tiwi menjadi salah yang membuat liputan panjang di Doha menjadi terasa ringan. Rawon dan kari ayam merupakan contohnya.

***

Sisa petualangan detikTravel di Doha pindah ke daerah bernama West Bay. Bukan di cluster lagi, tapi di apartemen. Suasana di West Bay dan Compound sangat berbeda. West Bay merupakan pusat perkantoran di Doha, banyak gedung yang tinggi. Tuan rumah kali ini adalah Pak Riza.

Bersama Pak Riza, petualangan detikTravel tak kalah seru. Kuliner, menjajal lapangan sepakbola di Doha, sampai mengaspal di trek sepeda terpanjang di Qatar deretannya. Tak lupa juga, kami melalui momen bertemu dengan eks presiden Real Madrid, Ramon Calderon.

Main bola bareng di sebuah lapangan di Al-Khor membuat kenalan orang-orang WNI semakin banyak, berasal dari Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia (IATMI). Momen mabar itu menjadi ajang silaturahmi, ibu-ibunya membawa banyak perbekalan untuk konsumsi selepas bermain bola.

IATMI juga yang memfasilitasi mabar bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan, sampai vokalis band D'MAsiv Ryan.

Seorang kenalan dari IATMI, Bayu, bahkan sempat membantu ke tempat tujuan saat detikTravel berjalan menuju MRT. "Masuk saja, di luar dingin. Saya antar sampai tujuan," kata Bayu di salah satu sudut jalan di West Bay pada sebuah sore.

Terkesan keramahan WNI di QatarTerkesan keramahan WNI di Qatar bersama keluarga Pak Riza. Foto: Lucas Aditya/detikTravel

Soal kuliner, Pak Riza mempunyai banyak referensi. Dia yang memperkenalkan detikTravel dengan makanan khas Negara Teluk, nasi maajboos di sebuah restoran yang berlokasi di kawasan Al-Markiya. "Ini masakan khaliji yang asli. Biasanya, kalau bulan puasa ramai sekali. Pesan dari mobil nanti tinggal ambi," kata Riza menjelaskan kepada detikTravel.

Momen ulang tahun pun dilewatkan detikTravel dengan kejutan. Pada saat jam makan siang, detikTravel dilarang untuk pergi lebih dulu. Pak Riza dan keluarga sudah memesankan tumpeng untuk merayakan ulang tahun, kejutan yang sangat berarti di saat ulang tahun di negeri orang.

Momen untuk pulang akhirnya tiba setelah Lionel Messi berhasil membawa Argentina juara Piala Dunia 2022. Semua barang bawaan sudah di-packing rapi, tinggal bertolak ke bandara untuk terbang ke Jakarta.

Saat sudah membuka aplikasi taksi online, ada Whatsapp masuk. "Sudah di bandara? Kalau belum saya jemput di Wast Bay. Lima menit saya sampai," kata Sapruddin Bastomi, salah satu WNI lainnya yang bekerja di Qatar.

Dan memang sesuai janjinya, dalam tempo lima menit Pak Saprudin sudah sampai di tempat kami menginap. "Saya lagi lewat. Terus saya hubungi. Ternyata kebetulan pas."

Selain bapak-bapak di atas, ada banyak orang Indonesia yang membantu detikTravel saat berada di Qatar. Jalu Pamuncar, Natal Hutabarat, Putu Binawan, Mustafa Ibrahim beberapa di antaranya.

Tiga pekan usai Piala Dunia, Pak Riza mengirim sebuah video suasana Qatar terkini. Isinya suasana Doha dan penjuru Qatar yang sudah sepi. "Sudah seperti kota mati," kata Pak Riza.

Piala Dunia memang menjadi hajatan terbesar Qatar sejauh ini. Pantas kalau orang-orang di sana merindukan keriuhannya. Selain ditandai dengan Argentina dengan Lionel Messi-nya mengangkat trofi Piala Dunia, detikTravel menandai Piala Dunia Qatar dengan merayakan keramahan WNI di sana.



Simak Video "5 Teknologi Canggih yang Hanya Ada di Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA