Sepintas hotel merupakan sebuah akomodasi yang pasti akan selalu terawat, karena sebagai bagian dari pelayanan prima. Namun siapa sangka ada area di hotel yang menurut sebuah penelitian menjadi tempat yang paling kotor.
Ahli mikrobiologi dan juga penulis buku 'The Germ Code', Jason Tetro, mengatakan lobby hotel menjadi salah satu tempat yang paling banyak penyebaran kumannya. Karena orang dari mana pun mobilitasnya akan banyak di area tersebut.
"Bayangkan lobby hotel seperti ruang tunggu rumah sakit. Tempat itu dipenuhi banyak orang yang berada dalam satu ruangan dalam waktu lama, dan ini menjadi kondisi ideal bagi penyebaran kuman," ucap Tetro dikutip dari Huffpost, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut diperkuat oleh hasil studi terbaru yang meneliti risiko penyebaran infeksi melalui permukaan di area umum hotel, seperti meja resepsionis, lift, lounge, bar, ruang kantor, gym, hingga toilet.
Ilmuwan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Arizona sekaligus peneliti utama dalam studi tersebut, Dr. Kelly Reynolds, menjelaskan dari hasil penelitian lobby menjadi penyebaran paling cepat kuman karena banyak disentuh.
Dan dari bidang atau benda yang disentuh itu akan disentuh kembali oleh orang lain, yang kemudian menempel di tangan.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya dengan beberapa permukaan yang sering disentuh, kuman bisa tersebar sangat cepat di area lobi hotel," jelasnya.
Menurut Tetro, kuman paling banyak tersembunyi di permukaan yang paling sering disentuh di lobby hotel. Namun, Reynolds mengungkapkan bahwa berdasarkan studi tersebut, tombol lift menjadi titik yang paling sering disentuh yaitu sekitar sepertiga dari seluruh interaksi yang terjadi di lobby.
"Tombol lift menjadi pusat penyebaran yang sangat efektif, karena semua orang menggunakannya untuk berpindah antar lantai," katanya.
![]() |
Setelah tombol lift, meja resepsionis menjadi permukaan kedua yang paling sering disentuh, disusul meja makan, meja bar, dan area prasmanan.
"Karena saat makan orang sering menyentuh mulut, risiko perpindahan kuman dari tangan ke makanan sangat besar," jelas Reynolds.
Dalam studi tersebut, tim peneliti bahkan menempatkan virus tidak berbahaya di permukaan gagang pintu untuk melihat seberapa luas penyebarannya. Hasilnya, virus menyebar ke hampir separuh permukaan lainnya.
Reynolds juga menyoroti pentingnya memperhatikan gagang pintu kamar mandi meskipun tidak sering disentuh. Kemudian, menurutnya permukaan lain yang rentan adalah kursi atau sofa berlapis kain.
![]() |
"Bakteri berbahaya dari tinja bisa saja menyebar jika seseorang tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet. Furnitur berlapis kain sering diabaikan saat dibersihkan, dan meskipun dibersihkan, kuman tetap sulit dihilangkan karena sifat kain yang berpori," ujarnya.
Jenis Kuman Apa yang Mengintai di Lobi Hotel?
Menurut Kepala Pengendalian Infeksi di Tufts Medical Center, Dr. Shira Doron, permukaan di lobby hotel umumnya mengandung virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
"Ini terjadi karena orang-orang batuk, menyeka hidung dengan tangan, lalu menyentuh benda di sekitarnya," jelasnya.
Virus seperti flu, RSV, COVID-19, hingga flu biasa kemungkinan besar hadir di area ini. Selain itu, bakteri penyebab keracunan makanan seperti salmonella dan campylobacter lebih sering ditemukan di area penyajian makanan atau kamar mandi. Patogen lain seperti norovirus juga mungkin tersebar di toilet umum.
Tetro menambahkan bahwa hasil usapan dari permukaan lobi hotel juga bisa menunjukkan adanya Staphylococcus, sejenis bakteri kulit yang bisa menyebabkan infeksi serius jika masuk ke dalam tubuh. Menurut Mayo Clinic, infeksi itu bisa menyebar ke tulang, darah, paru-paru, hingga jantung, dan berpotensi mengancam nyawa.
Risiko tertular penyakit sangat tergantung pada jenis kuman, kebersihan hotel, dan kondisi daya tahan tubuh seseorang. Dibutuhkan jumlah kuman tertentu agar seseorang benar-benar jatuh sakit, atau yang disebut dosis infeksi minimal.
"Norovirus bisa menyebabkan infeksi hanya dengan satu partikel, E. coli butuh sekitar 100 ribu, flu sekitar 1.000, dan virus seperti COVID atau flu biasa sekitar 50 partikel," terang Tetro.
Selain itu, efektivitas pembersihan hotel sangat berpengaruh. Sehingga hotel yang baik kebersihan lobby-nya sangat menentukan penilaian.
"Menggunakan disinfektan pada permukaan yang sering disentuh dapat menurunkan risiko infeksi lebih dari 97%," kata Reynolds.
Doron menambahkan bahwa daya tahan tubuh yang sehat juga penting. Mereka yang memiliki sistem kekebalan lemah karena penyakit atau konsumsi obat tertentu berada pada risiko lebih tinggi tertular penyakit.
Tips Agar Tak Gampang Sakit Saat Menginap di Hotel
"Saat berada di lobi hotel, saya memang menyentuh banyak benda seperti mesin kartu kredit atau tombol lift. Tapi saya selalu memastikan tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan," kata Doron.
Ia pun mengaku risiko tertular penyakit tetap rendah selama menjaga kebersihan tangan. Tetro menyarankan agar wisatawan membawa hand sanitizer ke mana pun pergi. Pilih yang mengandung alkohol 62-70% dan gunakan secukupnya hingga tangan terasa basah selama 20 detik.
Baca juga: Staycation Sendirian, Ini Tips Agar Aman |
Mencuci tangan dengan sabun juga tetap menjadi cara terbaik, asalkan dilakukan dengan benar. Doron menegaskan pentingnya menggosok tangan selama setidaknya 15 detik, termasuk sela-sela jari dan ujung-ujung jari, yang kerap terabaikan.
"Ujung jari itu adalah bagian pertama yang menyentuh permukaan, jangan sampai lupa membersihkannya," tutup Doron.
(upd/ddn)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta