Produsen pesawat Eropa, Airbus, menarik sekitar 6.000 armada A320 dari seluruh dunia. Maskapai mengingatkan risiko terjadinya delay berjamaah.
Setidaknya ada 6.000 pesawat diperkirakan terdampak, yang merupakan sekitar setengah dari armada Airbus global. Namun, sebagian besar pesawat akan dapat menjalani pembaruan perangkat lunak sederhana.
Regulator penerbangan Inggris mengatakan bahwa pembaruan tersebut kemungkinan akan menyebabkan "beberapa gangguan dan pembatalan penerbangan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip BBC, maskapai besar seperti American Airlines, Delta Airlines, Air India, Wizz Air, dan Air New Zealand telah memperingatkan adanya gangguan pada penerbangan.
"Airbus mengakui bahwa rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan akan bekerja sama secara erat dengan operator, dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dan nomor satu kami," tulis Airbus.
Airbus di situs resminya mengatakan analisis atas kejadian terkini yang melibatkan pesawat A320 Family telah mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting bagi fungsi kontrol penerbangan.
Oleh karena itu, Airbus telah mengidentifikasi sejumlah besar pesawat A320 Family yang saat ini beroperasi dan mungkin terdampak.
Airbus telah bekerja secara proaktif dengan otoritas penerbangan untuk meminta tindakan pencegahan segera dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT) guna menerapkan perlindungan perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang. AOT ini akan tercermin dalam Arahan Kelaikan Udara Darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).
Di Indonesia, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan terkait arahan EASA, regulator penerbangan di seluruh dunia termasuk Ditjen Hubud akan mengadopsi mandat EASA ini.
"Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan juga armada sejenis di seluruh dunia," ujar Lukman.
Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan 6 maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat terbang dengan jenis A320, yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia Airasia, Pelita Air dan Transnusa. Total pesawat berjumlah 207 pesawat dan yang beroperasi sebanyak 143 pesawat, sedangkan pesawat yang terdampak dengan perintah Kelaikudaraan ini berjumlah 38 pesawat, lebih kurang 26 % dari total pesawat yang beroperasi.
Pihak maskapai sedang melakukan perbaikan pesawat yang terdampak dalam rangka memenuhi perintah Kelaikudaraan ini dan segera melakukan mitigasi jika terjadinya penundaan maupun pembatalan penerbangan. Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan akan memerlukan waktu 3 hingga 5 hari sejak informasi ini diterbitkan.
(ddn/bnl)












































Komentar Terbanyak
Melihat Gejala Turis China Meninggal di Hostel Canggu, Dokter: Bukan Musibah, Ini Tragedi
Sumut Dilanda Banjir Parah, Walhi Soroti Maraknya Deforestasi
Viral Tumbler Penumpang Raib Setelah Tertinggal di KRL, KAI Sampaikan Penjelasan