Libur Nataru Berpotensi Hasilkan 59 Ribu Ton Sampah, Ini yang Bisa Dilakukan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Libur Nataru Berpotensi Hasilkan 59 Ribu Ton Sampah, Ini yang Bisa Dilakukan

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Minggu, 21 Des 2025 20:10 WIB
Libur Nataru Berpotensi Hasilkan 59 Ribu Ton Sampah, Ini yang Bisa Dilakukan
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Inside Creative House)
Jakarta -

Selama masa libur Nataru (Natal dan Tahun Baru), pergerakan wisatawan diprediksi bakal menghasilkan lebih dari 59 ribu ton sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pun mengeluarkan surat edaran untuk menekan timbulan sampah yang berpotensi naik sekitar 59 ribu ton selama masa periode liburan Natal dan Tahun Baru.

Dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengendalian Sampah Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti proyeksi pergerakan 119,5 juta jiwa atau 42,01 persen dari populasi Indonesia semasa masa libur Natal dan Tahun Baru berkaitan erat dengan potensi kenaikan sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah masyarakat yang bepergian tersebut berpotensi meningkatkan timbulan sampah sekitar 59.000 ton dari berbagai aktivitas di ruang publik dalam rentang waktu dua minggu masa perayaan tersebut," tutur Menteri Hanif, dikutip dari Antara, Minggu (21/12/2025).

ADVERTISEMENT

"Potensi meningkatnya timbulan sampah tersebut terjadi apabila dalam berbagai aktivitasnya menggunakan barang dan kemasan yang sifatnya sekali pakai dan sulit dikelola sampahnya," tambahnya.

Selain itu, perlu juga dilakukan pengendalian pengelolaan sampah selama Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di sejumlah titik termasuk lokasi ibadah, tempat perayaan, lokasi wisata, perjalanan darat, dan tempat strategis lainnya.

Untuk memonitoring masalah tersebut, Dassa resmi meluncurkan Sakala, sebuah platform MRV (Monitoring, Reporting, Verification) yang terintegrasi. Acara peluncuran itu digelar di Ballroom MΓΆvenpick Jakarta, Selasa (17/12).

Launching SekalaLaunching platform Sakala Foto: (dok. Istimewa)

Peluncuran Sakala menjadi tonggak penting bagi Dassa dalam mendorong tata kelola lingkungan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Platform ini dikembangkan dari pengalaman lebih dari satu dekade tim Dassa yang bekerja langsung di lapangan-di hutan, bentang alam, dan bersama komunitas.

"Selama lebih dari sepuluh tahun, kami belajar satu hal dari alam: nature is always honest. Tantangannya adalah bagaimana kejujuran alam ini dapat sampai kepada para pengambil keputusan secara jelas dan trusted. Itulah alasan Sakala diciptakan," ujar Sylviana Andhella, President Director Dassa, dikutip dari Antara.

Sylviana menjelaskan selama ini proses pengolahan dan verifikasi data lingkungan kerap berlangsung lama dan terfragmentasi. Kondisi tersebut berisiko menghambat pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak.

Sakala dirancang sebagai platform MRV terintegrasi yang menghubungkan aktivitas di lapangan dengan proses pengambilan keputusan berbasis data yang transparan, akuntabel, dan dapat dipercaya.

Dari konservasi ekosistem, perencanaan karbon, hingga pengembangan platform MRV, Sakala menghubungkan data dan aksi nyata untuk menciptakan dampak lingkungan berkelanjutan.

"For us, Sakala is not just technology. It's a commitment. Karena pada akhirnya, ini bukan hanya tentang data. Ini tentang kepercayaan, tentang tanggung jawab kita pada alam, dan pada generasi setelah kita," imbuh dia.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads