Tujuh ekor gajah asia mati tertabrak kereta api di Assam, India pada Sabtu (20/12/2025). Kawanan gajah itu sedang menyeberangi lintasan saat kereta lewat.
Dikutip dari The Associated Press (AP), Rabu (24/12/2025), juru bicara Indian Railways, Kapinjal Kishore Sharma, mengatakan bahwa masinis sempat melihat kawanan besar yang diperkirakan berjumlah 100 ekor gajah tersebut dan segera mengaktifkan rem darurat.
"Namun, karena kecepatan kereta yang tinggi, benturan keras tetap tidak terhindarkan," kata Sharma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak tabrakan tersebut sangat masif hingga menyebabkan lokomotif dan lima gerbong kereta anjlok dari rel. Meski banyak hewan yang menjadi korban, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dari manusia.
Kereta yang terlibat adalah Rajdhani Express, yang sedang menempuh perjalanan dari Sairang di negara bagian Mizoram menuju ibu kota nasional, New Delhi. Saat kejadian, kereta tersebut mengangkut sedikitnya 650 penumpang.
"Kami telah memisahkan gerbong yang tidak anjlok, dan kereta telah melanjutkan perjalanan ke New Delhi. Sekitar 200 penumpang yang berada di lima gerbong yang anjlok telah dipindahkan ke Guwahati menggunakan kereta lain," ujar Sharma.
Lokasi kecelakaan berada di kawasan hutan sekitar 125 kilometer tenggara Guwahati, ibu kota Assam. Meski jalur kereta api di negara bagian tersebut memang sering dilewati gajah, manajemen Indian Railways menyatakan bahwa titik tabrakan tersebut bukanlah koridor gajah resmi yang telah ditetapkan.
Tim dokter hewan telah melakukan autopsi terhadap tujuh gajah yang tewas sebelum bangkai hewan-hewan tersebut dikuburkan di sekitar lokasi pada hari yang sama.
Insiden kereta api menabrak gajah liar bukanlah hal langka di Assam. Negara bagian ini merupakan rumah bagi sekitar 7.000 gajah Asia liar, salah satu konsentrasi populasi tertinggi di India. Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, setidaknya belasan gajah telah tewas akibat tertabrak kereta cepat di wilayah tersebut.
Pakar lingkungan mencatat bahwa gajah liar sering kali keluar dari habitatnya dan masuk ke area permukiman atau melintasi infrastruktur manusia pada waktu-waktu seperti sekarang, yakni saat lahan persawahan siap untuk dipanen.
Masalah itu terus menjadi sorotan di India, mengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur transportasi dan perlindungan satwa yang terancam punah.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun