2 Kebohongan yang Pramugari Katakan Kepada Penumpang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

2 Kebohongan yang Pramugari Katakan Kepada Penumpang

Bonauli - detikTravel
Senin, 19 Jan 2026 22:10 WIB
2 Kebohongan yang Pramugari Katakan Kepada Penumpang
Ilustrasi pramugari (Getty Images/iStockphoto/mnbb)
Jakarta -

Awak kabin memiliki tugas yang sangat penting dalam penerbangan. Bukan hanya melayani penumpang, mereka juga bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.

Sebelum terbang, pramugari akan mendapat banyak pelatihan dan persiapan. Jam terbang yang tinggi mengasah mereka dalam menghadapi berbagai penumpang.

Seorang pramugari membagikan dua kebohongan yang sering dilakukan oleh awak kabin kepada penumpang pada Express UK pada Senin (19/1). Bukan hal besar, tapi ini memengaruhi pekerjaan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika penumpang kelas bisnis meminta kopi dalam penerbangan malam, awak kabin tidak akan memberi tahu tentang jenis kopinya.

"Ketika penumpang kelas bisnis meminta kopi di penerbangan malam, saya akan membuat kopi tanpa kafein (decaf) agar mereka bisa tertidur," katanya.

ADVERTISEMENT

Yang kedua adalah tentang temperatur di dalam kabin yang selalu dingin dan tidak mungkin untuk diubah.

"Ketika penumpang meminta suhu kabin dinaikkan, kami berbohong dan mengatakan ya, kami akan menaikkannya, tetapi sebenarnya kami tidak melakukannya karena kami merasa hangat hanya dengan berjalan-jalan," ungkapnya.

Sebaiknya, penumpang membawa syal atau selimut ke dalam penerbangan agar tetap hangat. Permintaan untuk menurunkan suhu kabin adalah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Imbauan lain yang diberikan oleh pramugari itu untuk membawa air minum sendiri. Ia berkata bahwa tangki air pesawat jarang dibersihkan dan mungkin penuh dengan kerak kapur.

"Meski begitu, kami tetap menggunakannya untuk membuat teh dan kopi panas," jelasnya.

Selanjutnya adalah minuman beralkohol. Ternyata, alkohol yang tidak habis akan langsung dibuang oleh awak kabin ke saluran pembuangan.

"Kami membuang semua anggur dan sampanye yang tidak terpakai ke saluran pembuangan sebelum mendarat, meskipun masih 3/4 penuh," katanya.

Penumpang bisa meminta sisa wine kepada pramugari di akhir penerbangan.




(bnl/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads