Industri ekonomi kreatif (ekraf) dinilai sebagai salah satu industri yang punya resiliensi atau daya tahan menghadapi tantangan global.
Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Cecep Rukendi menilai industri kreatif memiliki ketahanan atau resiliensi terhadap tantangan dan dinamika perekonomian-geopolitik global seperti sekarang.
"Ekonomi kreatif ini sangat resilien sebenarnya, karena kunci dari ekonomi kreatif itu adalah nilai tambah dari kreativitas yang terkadang harganya tanpa batas," kata Cecep dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia menilai pasar dari produk ekonomi kreatif pun bukan berbentuk barang massal yang sangat terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi dan politik global.
"Tetapi memang memiliki pasar khusus yang menyukai produk dan jasa kreatif sehingga relatif resilien terhadap situasi ini," ujarnya.
Pernyataan tersebut diamini oleh Junior Chamber International (JCI) Batavia. Mereka turut mengembangkan ekonomi kreatif dan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah yang diinisiasi oleh pengusaha muda berdaya saing global.
Mereka pun melakukan MOU dengan Kementerian UMKM yang diwakili SMESCO, FundEx, dan Indonesian Youth Cross-Border Council.
Kerja sama itu mencakup pendanaan bagi UMKM terpilih untuk mengembangkan usaha hingga mempersiapkan usaha mereka untuk pre-IPO, serta pemberian beasiswa ke perguruan tinggi top China yang akan dikirim perdana pada April 2026.
"Itu full beasiswa gratis, itu adalah salah satu program kami juga karena tagline saya adalah Legacy for Regeneration. Jadi kami ingin kita sebagai leader ini bukan hanya ngomong, bikin program saja, tapi juga mencetak leaders masa depan," ujar Allana Abdullah yang baru dikukuhkan menjadi Local President of Junior Chamber International (JCI) Chapter Batavia 2026.
Allana menambahkan, JCI hadir dengan tujuan untuk mempersiapkan pemimpin sebelum dunia menuntut mereka untuk memimpin. Mereka ingin menjalankan program untuk mengembangkan anak muda yang merupakan leaders dalam menaikkan daya saing para pelaku UMKM dan ekraf di ranah global.
"Di sini, kepemimpinan adalah praktik, tanggung jawab, dan hasil nyata. Dan itulah mengapa JCI Batavia hadir," kata Allana.
Inagurasi JCI Foto: (dok. Istimewa) |
Tahun ini, JCI akan fokus membangun kepemimpinan yang berkualitas, kemitraan yang bermakna, dan warisan yang berdampak. Mereka hadir untuk membangun kapasitas, karakter, dan kredibilitas.
"Kepemimpinan di JCI Batavia tidak pernah milik satu orang. Kami mempraktikkan shared leadership, kepemimpinan yang dibangun bersama, dijalankan bersama, dan memberi dampak bersama," pungkas dia.
Ia berharap kreativitas anak-anak muda Indonesia dapat diwadahi dan dikembangkan potensinya dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa terutama di sektor ekraf dan dapat bersaing di panggung global.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas