Pasangan turis Kanada, Tamara Kevic dan Craig Tindle, sempat mengira hidangan lokal di Hanoi adalah donat biasa. Ternyata, makanan itu termasuk dalam jajaran kuliner ekstrem.
Dikutip dari vietnam.vn, Jumat (6/2/2026), sebelum menggigit, Tamara sempat ragu. Dia khawatir itu daging tikus, sementara Craig berkomentar lebih rileks.
"Ini terlihat seperti donat," kata Craig.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka akhirnya memakan donat itu. Tamara menggambarkan rasanya seperti salty palachinka, kue goreng khas Balkan. Tanpa sadar dua sudah menghabiskan sepertiga dari patties itu meski belum tahu persis apa yang dimakannya.
Beberapa saat setelah itu, barulah mereka menyadari bahwa apa yang mereka santap bukan donat biasa. Saat mereka menunduk melihat baskom ada cacing hidup di sana.
"Jajanan ini gila banget!" kata Craig dengan antusias.
Rupanya, santapan yang dimakan Tamara dan Craig itu adalah cha ruoi atau patties dari cacing laut goreng.
Ya, mereka menikmati pengalaman kuliner unik ini sebagai bagian dari petualangan mereka menjelajahi masakan Vietnam. Tamara menceritakan bahwa saat itu mereka mengikuti tur kuliner di Hanoi dan benar-benar tak tahu apa yang akan dicoba.
"Kami berdua suka hal-hal baru, jadi langsung setuju begitu tahu ini hidangan 'gila'," ujar Tamara.
Craig menambahkan bahwa saat hendak mencicipi makanan itu mereka diberi tahu bahwa hidangan itu tidak terlalu ekstrem. Mereka pun mereka lebih tenang saat itu.
Setelah menghabiskannya, mereka bilang enggak kapok untuk menyantapnya lagi.
Selain ragworm patties, itinerary mereka saat traveling di Vietnam juga pelesiran di kota-kota Ho Chi Minh City, Hanoi, Ha Long Bay, dan Da Nang. Sebagian besar aktivitas jalan-jalan itu adalah mencicipi kuliner lokal, seperti pho daging sapi, pho ayam, bun cha, beef betel leaf, braised beef, dan banh xeo.
Ragworm adalah cacing laut yang hidup di perairan payau, panjangnya sekitar 7-10 cm, dengan tubuh ramping berwarna pink atau hijau. Bentuknya membuat banyak orang ragu, bahkan takut, tapi ragworm kaya protein serta mineral seperti kalsium, besi, dan zinc.
Musim ruoi, sebutan lokal untuk cacing itu, hanya beberapa minggu dalam setahun dan terkenal di daerah Thai Binh, Hai Duong, Quang Ninh, Hai Phong, dan Ha Tinh.
Dari cacing laut segar, masyarakat lokal menyiapkan berbagai hidangan seperti patties, digoreng, ditumis, atau dibraize. Di Hanoi, sea worm patties banyak ditemukan di restoran dan jadi hidangan wajib coba bagi penikmat kuliner.
Meski menantang bagi turis asing, rasa gurih, harum, dan lezat dari patties goreng ini membuat banyak orang ketagihan.
Secara tradisional, ragworm dicuci, ditiriskan, dicampur daging babi cincang, kulit jeruk parut, daun dill, daun bawang, bawang kering, telur, dan bumbu, lalu digoreng hingga kecokelatan. Biasanya disajikan panas, dicocol saus asam manis, dan dilengkapi sayuran segar serta bihun kerang.










































