Maskapai penerbangan nasional Jerman, Lufthansa memperingati 100 tahun berdirinya maskapai. Ada sejarah yang kompleks membawa nama kenangan Nazi.
Untuk itu, Lufthansa melakukan penilaian ulang untuk mendorong penelaahan lebih dalam terhadap tanggung jawab historisnya. Keterlibatan Lufthansa dengan rezim Nazi sangat luas dan menjadi tulang punggung angkatan udara Jerman saat itu atau Luftwaffe. "Deutsche Luft Hansa" adalah nama awal maskapai.
Perusahaan telah lama menekankan pemisahan hukum dan organisasi antara pendahulunya di era Nazi, yang ditutup pada tahun 1946, dan Lufthansa AG pasca-perang, yang didirikan pada tahun 1953.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di Lufthansa bangga dengan apa yang kami capai saat ini. Mengabaikan tahun-tahun yang sulit, gelap, dan mengerikan itu sama saja dengan tidak jujur," ucap CEO Carsten Spohr seperti dikutip dari Independent UK, Senin (9/2/2026).
Anggota dewan direksi dan dewan pengawasnya bergabung dengan Partai Nazi sejak tahun 1930, dan sebagai maskapai penerbangan negara, perusahaan ini mengangkut pejabat pemerintah.
Perusahaan ini juga berperan dalam industri persenjataan dan mendukung angkatan udara Luftwaffe, dengan sektor persenjataan menyumbang lebih dari dua pertiga dari total pendapatannya pada tahun 1944.
"Anggota dewan direksi sebelumnya menekankan pemisahan hukum terutama karena alasan reputasi dan tanggung jawab. Lufthansa sekarang ingin bertanggung jawab," kata Spohr.
Salah satu langkahnya adalah buku baru tentang sejarah perusahaan yang akan dibagikan kepada lebih dari 100.000 karyawannya, bersama dengan pameran di pusat pengunjung yang baru.
Lufthansa melakukan penelitian tentang masa lalunya selama lebih dari 25 tahun yang lalu, tetapi maskapai itu menolak untuk mengakui temuan tentang sejauh mana penggunaan kerja paksa dan keberlanjutan personel setelah Perang Dunia Kedua.
Menurut sejarawan Manfred Grieger, yang berkontribusi pada buku tersebut, lebih dari 12.000 orang dieksploitasi dalam produksi senjata Hansa dan operasi perbaikan dan pemeliharaannya. Baru-baru ini terungkap bahwa angka tersebut termasuk anak-anak.
Menatap masa depannya, Lufthansa Group sebelumnya mengumumkan rencana untuk memangkas 4.000 pekerjaan pada tahun 2030, dengan alasan kemajuan dalam kecerdasan buatan, digitalisasi, dan konsolidasi operasi di seluruh maskapai anggotanya.
Langkah ini dilakukan meskipun perusahaan melaporkan permintaan yang kuat untuk perjalanan udara dan memperkirakan peningkatan keuntungan di tahun-tahun mendatang.
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5