Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menjajaki skema bebas visa secara timbal balik serta kerja sama penerbangan dengan Uni Emirat Arab (UEA).
"Khususnya untuk mendukung peningkatan layanan jamaah umrah," kata dia, dalam pertemuan bilateral dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/2), dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2026).
Yusril mengatakan saat ini kerja sama di bidang keimigrasian dan transportasi udara terus menunjukkan perkembangan positif. Dia menyambut baik meningkatnya mobilitas masyarakat kedua negara sebagai cerminan hubungan yang semakin erat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin, terutama di sektor perdagangan serta energi minyak dan gas, yang dinilai memberi kontribusi signifikan bagi kedua pihak.
Selain itu, Yusril menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis guna mendorong hubungan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
"Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia.
Dia menegaskan kerja sama Indonesia dan UEA berpotensi diperluas ke bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan.
Yusril turut mengapresiasi dukungan UEA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan, serta berharap kerja sama di bidang kedokteran dapat ditingkatkan untuk mengatasi keterbatasan dokter dan rumah sakit berteknologi tinggi di Indonesia.
Rencana Penerbangan Langsung Abu Dhabi-Medan & Abu Dhabi-Surabaya
Sementara itu, Dubes UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhahheri, menyatakan Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan penerbangan langsung Abu Dhabi-Medan dan Abu Dhabi-Surabaya.
Abdulla menyebut bahwa Emirates Airlines sedang mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar guna meningkatkan konektivitas penerbangan Indonesia-UEA.
Dia juga mengatakan hubungan bilateral Indonesia-UEA terus berkembang signifikan. Dia menyampaikan Presiden RI sudah tiga kali berkunjung ke UEA serta kedua negara telah memperingati 50 tahun hubungan bilateral, dengan rencana kunjungan presiden UEA ke Indonesia dalam waktu mendatang.
"Hubungan bilateral yang sebelumnya berfokus pada sektor tradisional seperti pelabuhan dan minyak kini telah berkembang ke sektor strategis, antara lain energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan pendidikan," kata dia.
Dia mencontohkan sejumlah kerja sama konkret, seperti pendirian rumah sakit jantung di Solo, pengembangan pusat studi bakau di Bali, serta kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Universitas Zayed di bidang humaniora, yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan mendorong alih pengetahuan.
Dia turut mengapresiasi kemudahan layanan keimigrasian bagi warga negara UEA yang jumlahnya terus meningkat. Meski demikian, ia mencatat masih terdapat potensi kerja sama yang perlu diperkuat, termasuk di sektor panas bumi bersama PT Pertamina (Persero) Tbk., yang saat ini belum sepenuhnya bersifat bilateral.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5