Sugiarto (55), salah satu anggota Wanadri, berperan besar menemukan pendaki yang hilang, Yasid Ahmad Firdaus (26). Dia mengisahkan momen penemuan Yasid.
Yasid hilang pada 18 Januari 2026 saat sesi turun dalam pendakian Bukit Mongkrang yang ada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kala itu, Yasid mendaki di Bukit Mongkrang bersama tiga orang temannya, yakni Cahya, Salman, dan Riyan.
Pencarian pun dilakukan. Tetapi, hingga tim SAR gabungan dibubarkan, dia tak ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, tim Wanadri berinisiatif untuk melakukan SAR mandiri mulai Sabtu (7/2). Salah satu tim pencari itu Sugiarto.
Sugiarto mengaku baru saja bertugas di kawasan bencana di Aceh. Dia risau mendengar kabar Yasid yang hilang di Bukit Mongkrang dan tidak ditemukan, bahkan peralatan atau perlengkapan pendakiannya.
Dia pun berinisiatif untuk bergabung dalam tim pencarian itu. Pada Minggu (8/2) malam, dia tiba di Bukit Mongkrang. Sugiarto mulai turun bergabung dengan tim pada Senin (9/2) pagi.
"Saya pantau kok belum ketemu, saya break dari Aceh mau pulang terus ikut teman-teman Wanadri stay di sini. Lalu pencarian mandiri dan saya gabung. Saya sudah menganalisa, dan mengarah ke titik yang saya tuju. Begitu saya datang (Minggu), kemudian gabung saya merekayasa ulang. Kronologi dan data saya sudah ada dari awal, subjek ini mau ngapain, kondisinya seperti apa, hilang jam berapa. Saya analisa, ini anak sudah jauh," kata Sugiarto, kepada awak media di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2).
Dia memiliki firasat kuat titik lokasi korban berada. Di peta, ia menandai lokasi yang ia curigai dengan titik hitam. Padahal biasanya dia menggunakan warna lain seperti merah.
Pada Senin (9/2), dia mulai melakukan pencarian dengan teknik flyingcamp. Timnya tidak kembali ke basecamp saat sore hari, dan beristirahat di lokasi pencarian. Hal ini dilakukan agar pencarian bisa terus maju, tanpa melewati lokasi yang sudah disisir.
"Akhirnya satu hari flyingcamp sampai sungai, susur sungai dari bawah ke atas agar lebih aman. Kalau dari atas kita bisa terpeleset karena banyak air terjun kecil dan membahayakan," kata dia.
Dalam melakukan pencarian itu, Sugiarto tidak menggunakan alat bantu karena menggunakan metode flyingcamp. Timnya hanya membawa perbekalan untuk camping dan bahan makanan. Serta mencari jalur yang paling aman untuk bisa ke aliran sungai
Pada hari Senin itu, pencarian dilakukan pagi hari sampai sore. Kemudian pencarian dilanjutkan pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB. Tim mulai menyusuri sungai, dan 54 menit melakukan pencarian korban ditemukan.
"Sekira 1 jam kurang 6 menit (pencarian) akhirnya ketemu. (Jasad korban) Tidak kelihatan, dia di air hanya kelihatan kakinya, dan tertutup hanyutan batang pisang," kata dia.
Tim langsung menghubungi posko induk jika korban sudah ditemukan, sehingga datang bantuan untuk proses evakuasi. Sugiarto mengatakan, kondisi jasad korban cenderung masih utuh.
Bau menyengat tercium radius 1 meter. Padahal korban sudah hilang sejak Minggu (18/1). Diperkirakan hal itu bisa terjadi karena cuaca, dan air yang dingin. Dia mengatakan, kondisi korban ditemukan lokasinya sangat ekstrem, karena berada di tempuran sungai.
"Kalau anak awam naik gunung, lalu tersesat, aliran sungai yang dia cari. Dengan asumsi cepat sampai ke desa, padahal itu super berbahaya sekali. Karena kalau dari atas kita susur sungai tidak kelihatan ceruk-curuk ini," ujar dia.
Dia menerangkan lokasi korban ditemukan dengan desa terdekat masih cukup jauh. Sekira 3 kilometer dari Desa Beruk jika ditarik lurus.
Selain itu, dia memberi tips agar para pendaki tidak mengenakan pakaian yang bisa tersamar dengan warna alam. Sebab, menyulitkan dalam melakukan pencarian.
"Pakaian warna hitam, itu cukup menyulitkan. Ini tips buat teman-teman yang hobi naik gunung, jangan pakai warna yang menyamarkan seperti warna hutan, hijau hitam," kata dia.
***
Selengkapnya klik detikJateng
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?