Nama Mak Erot sudah jadi seperti legenda bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya. Namun banyak oknum yang memakai namanya untuk praktik aspal (asli tapi palsu).
Nama Mak Erot sempat menjadi buah bibir nasional beberapa tahun lalu saat mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mewacanakan wisata kebugaran berbasis pengobatan tradisional tahun 2019 silam.
"Kalau wisata kebugaran dan jamu inilah yang harus kita masyarakat terus. Kita punya industri jamu yang hebat-hebat tapi nggak pernah kita munculkan. Contohnya mau tongkat ali, purwaceng, mau Mak Erot, di situ kita kemas dengan baik, wisatawan pasti datang," kata Menkes Dokter Terawan kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mak Erot diketahui telah meninggal dunia pada tahun 2008 silam dalam usia 130 tahun. Ia dikebumikan di kampung halamannya yang berada di Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Saat ini, kemampuan Mak Erot untuk 'mereparasi' ukuran alat vital pria dewas diwarisi oleh 6 orang cucunya. Mereka mendapatkan ilmu tersebut langsung dari sumber aslinya.
Namun banyak juga oknum yang mengaku-ngaku sebagai penerus Mak Erot dan menjalankan praktik serupa yang diragukan keasliannya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Cisolok Okih Fajri Assidiq mengungkapkan pihaknya terus berupaya menjaga marwah legenda asal Kampung Cigadog tersebut. Ia mengakui bahwa saat ini telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat akibat banyaknya oknum yang mencatut nama Mak Erot.
"Memang seiring dengan perjalanan waktu ada pergeseran karakter yang asli dari jati diri Mak Erot itu sendiri. Sekarang menjadi tantangan, karena banyaknya mereka yang mengaku sebagai ahli dengan menjual nama Mak Erot," ujar Okih, Rabu (11/2/2026).
Langkah Memberantas Praktik Mak Erot Aspal
Menghadapi fenomena Mak Erot 'Aspal' (asli tapi palsu), pihak kecamatan mulai melakukan langkah-langkah persuasif dengan merangkul keluarga besar almarhumah Mak Erot. Tujuannya untuk mengembalikan standar dan kualitas pengobatan sesuai warisan turun-temurun.
"Kami sudah berkomunikasi dengan turunan atau keluarga dari Mak Erot sendiri. Justru saat ini mereka sedang mempersiapkan, artinya kembali me-review ciri khas yang memang menjadi legenda tersebut," tegas Okih.
Langkah ini penting untuk dilakukan agar publik tidak terjebak pada praktik-praktik yang justru bisa merugikan kesehatan dan nama baik wilayah Cisolok.
Maklum, silsilah keluarga sah seperti Haji Baban Saepudin dan keturunannya yang lain selalu menekankan bahwa ilmu tersebut hanya diturunkan secara eksklusif kepada anak cucu.
Pemerintah Kecamatan Cisolok berkomitmen menjadikan pengobatan tradisional ini sebagai bagian dari daya tarik wisata kebugaran yang monumental buat wisatawan.
Visi ini juga diharapkan dapat bersinergi dengan penataan kawasan Geyser Cisolok yang saat ini sedang dipoles agar makin cantik lagi untuk dikunjungi.
"Kita terus tetap dukung kegiatan untuk monumental kebugaran ini yaitu Mak Erot, tapi ya tentunya kita selaraskan dengan kondisi yang ada sekarang agar jangan sampai berdampak pada sisi kualitas hasil," pungkasnya.
Dengan adanya upaya "pembersihan" nama Mak Erot dari praktik abal-abal, diharapkan Cisolok benar-benar bisa menjadi destinasi wellness tourism kelas dunia, sebagaimana yang pernah diimpikan.
---------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
Simak Video "Video Dokumen Dimanipulasi, 14 Warga Sukabumi Gagal Berangkat Umrah"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5