Dikira Kuda Perang Genghis Khan, Ternyata Spesies Langka
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dikira Kuda Perang Genghis Khan, Ternyata Spesies Langka

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Minggu, 15 Feb 2026 11:31 WIB
Dikira Kuda Perang Genghis Khan, Ternyata Spesies Langka
Kuda Przewalski. (Wikimedia Commons/MarcusObal)
Taipei -

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek, Kebun Binatang Taipei di Taiwan ingin menarik perhatian pengunjung dengan memperkenalkan spesies kuda langka asal Asia Tengah, yaitu Kuda Przewalski.

Sebelumnya diberitakan jenis kuda itu diberi nama sesuai dengan nama penemunya, seorang ahli geografi asal Rusia yang menemukannya pada akhir abad ke-19 di Mongolia Barat. Dan empat ekor kuda yang ada di kebun binatang tersebut akan memperlihatkan kepada pengunjung betapa pentingnya melestarikan spesies langka ini.

Melansir Reuters, Minggu (15/2/2026) perawat kuda-kuda itu di Kebun Binatang Taipei, Chen Yun-chieh, menjelaskan dengan ditampilkannya Kuda Przewalski ini bisa mengundang rasa penasaran pengunjung. Ditambah langkah itu sebagai upaya dalam memberikan edukasi seraya melestarikan Kuda Przewalski.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengunjung pasti penasaran karena ini adalah Tahun Kuda. Mereka akan ingin tahu lebih banyak tentang kuda-kuda ini, dan kami senang bisa berbagi cerita mereka," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Kuda Przewalski memiliki tubuh yang lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan kuda domestik. Tubuhnya yang berwarna cokelat ini membuatnya mudah dikenali.

Kuda ini menghilang dari alam liar pada akhir tahun 1960-an, namun beberapa individu berhasil bertahan hidup dalam penangkaran. Dan kini, berkat berbagai upaya konservasi, populasi Kuda Przewalski di alam liar dan penangkaran kembali tumbuh, dengan sekitar 850 ekor kuda tersebar di wilayah China, Kazakhstan, dan Mongolia Barat.

Kebun Binatang Taipei bekerja sama dengan Kebun Binatang Praha di Republik Ceko dalam program pemeliharaan dan pembiakan Kuda Przewalski. Pada 2018, Kebun Binatang Ceko turut berperan dalam melepasliarkan kuda-kuda ini kembali ke habitat aslinya di Mongolia.

Chen, yang juga berpengalaman dalam merawat spesies langka lainnya seperti badak putih dan jerapah, mengungkapkan rasa bangganya karena ikut berperan dalam melestarikan spesies-spesies langka itu.

"Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya global untuk melestarikan spesies ini," ungkap Chen.

Bagi banyak pengunjung, Kuda Przewalski sering disalahartikan sebagai kuda yang digunakan oleh Genghis Khan dalam ekspedisi penaklukannya. Namun Chen mengungkapkan bahwa sebetulnya kedua spesies tersebut berbeda.

"Ini adalah kesempatan bagus untuk mengoreksi informasi yang keliru dan memberi tahu pengunjung bahwa kuda Przewalski dan kuda yang dipakai Genghis Khan adalah spesies yang berbeda," jelas Chen.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads