Libur Imlek, Turis China CLBK ke Thailand
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Libur Imlek, Turis China CLBK ke Thailand

Bonauli - detikTravel
Rabu, 18 Feb 2026 07:08 WIB
Semarak perayaan menyambut tahun baru Imlek terlihat di Thailand.
Foto: Getty Images/Lauren DeCicca
Jakarta -

Libur Tahun Baru Imlek menjadi momen yang paling ditunggu oleh warga China. Meski banyak masalah, tapi cinta turis China kembali ke Thailand.

Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Festival Musim Semi. Momen ini paling dinanti karena menjadi salah satu liburan terpanjang di China. Pada tahun 2026, liburan ini akan berlangsung selama sembilan hari mulai 15 Februari, satu hari lebih lama dari biasanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas China memperkirakan rekor 9,5 miliar perjalanan penumpang selama 40 hari. Angka ini naik dari 9,02 miliar tahun lalu. Para pejabat berharap liburan yang lebih panjang akan mendorong lebih banyak perjalanan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti dikutip dari The Nation Thailand Rabu, (18/2/2026).

Zhou Weihong dari Spring Tour yang berbasis di Shanghai, divisi perjalanan dari maskapai penerbangan murah Spring Airlines, mengatakan Thailand kembali menjadi tujuan wisata luar negeri terpopuler karena cuacanya yang hangat, sementara sebagian besar wilayah China masih dilanda musim dingin.

ADVERTISEMENT

Di tengah latar belakang ekonomi yang tidak pasti, laporan tersebut mencatat bahwa banyak konsumen tampaknya mencari pelarian singkat. Penurunan pasar properti yang berkepanjangan telah mengikis kekayaan rumah tangga, sementara pertumbuhan pasca-pandemi yang tidak merata telah memicu ketidakamanan pekerjaan.

Studi yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa konsumen China lebih memprioritaskan pengeluaran untuk "pengalaman". McKinsey menggambarkan hal ini sebagai pergeseran yang lebih dalam dalam cara China mengonsumsi.

Untuk perjalanan domestik, permintaan terbagi antara destinasi beriklim hangat seperti Hainan dan perjalanan yang berfokus pada salju seperti Gunung Changbai di Provinsi Jilin di timur laut China.

Selain Thailand, turis China juga mulai ramai-ramai liburan ke Rusia. Melalui platform Spring Tour pesanan ke Rusia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sienna Parulis-Cook dari Dragon Trail Research mengatakan perjalanan wisatawan China ke Rusia kemungkinan akan terus meningkat tahun ini. Hal ini didorong oleh langkah Moskow pada bulan Desember untuk menghapuskan visa bagi pengunjung dari China.

Sementara itu, Trip.com Group mengatakan pemulihan perjalanan jarak jauh ke luar negeri telah mendorong jumlah wisatawan China yang bepergian ke Australia meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun sebelumnya.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads