Sebuah desa terpencil menjadi kawasan wisata yang berkembang karena aurora borealisnya. Bukan cuma turis, desa itu juga diincar oleh kapal-kapal tanker.
Teriberka, sebuah desa di pantai Laut Barents, Rusia. Desa nelayan ini menjadi industri pariwisata utama untuk pembangunan di Teriberka, seperti dikutip dari The Barent Observer, Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terletak sekitar 120 km dari Murmansk, tempat ini sering dijuluki sebagai "ujung dunia". Namun belakangan ini, ada juga industri lain yang mengincar Teriberka. Kapal tanker LNG kini sering terlihat di perairan lepas pantai resor tersebut.
Pada tanggal 10 Februari, tiga kapal tanker LNG terlihat hanyut beberapa kilometer dari Teriberka. Di antaranya adalah Le Perouse dan Seapeak Yamal. Di area tersebut juga terdapat kapal layanan lepas pantai Izumrud.
Kapal-kapal pengangkut tersebut kemungkinan besar terlibat dalam pengisian bahan bakar dan mendapatkan berbagai pasokan dari layanan berbasis darat di Teriberka.
Data lalu lintas kapal dari tanggal 9 Februari yang dikumpulkan oleh Barents Observer menunjukkan setidaknya tujuh kapal pengangkut LNG melintasi perairan dekat Teriberka dan daerah sekitarnya.
Data lalu lintas juga menunjukkan bahwa banyak kapal tanker berlayar ke Teluk Ura di mana mereka mengisi ulang LNG ke atau dari FSU Saam.
Ada 500 penduduk yang tinggal di desa itu, sebagian besar terlibat dalam melayani pengunjung dari seluruh Rusia dan luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan wisatawan telah mengunjungi Teriberka untuk berburu aurora borealis, melakukan safari paus, atau sekadar menikmati pemandangan Arktik yang menakjubkan.
Keberadaan kapal-kapal ini tentu membuat aktivitas pariwisata terhambat. Apalagi, Rusia telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan industri LNG-nya di Arktik dan volume gas yang besar kini diproduksi baik di proyek Yamal LNG maupun Arctic LNG 2.
Namun industri ini berada di bawah tekanan yang meningkat. Uni Eropa secara bertahap menghapus semua LNG Rusia dari pasarnya dan impor akan dihentikan sepenuhnya pada tahun 2027.
Desa Teriberka berharap aktivitas pariwisatanya terus hidup tanpa perlu dibayang-bayangi dengan pelayaran kapal tanker. Teriberka adalah salah satu titik paling utara yang bisa diakses manusia tanpa harus menggunakan kapal ekspedisi khusus.
Karena polusi cahaya yang sangat minim, langit malam di sini menjadi kanvas sempurna bagi tarian cahaya hijau dan ungu. Pengalaman berdiri di tepi Samudra Arktik sambil menatap Aurora adalah momen yang magis dan sakral.
Selain aurora, ada pula perburuan pengamatan paus bungkuk atau orca. Jika berdiri di garis pantai Teriberka, kamu sedang menatap ke arah kutub utara langsung!
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong