Surat Cinta Berusia 2.000 Tahun dari Pompeii

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Surat Cinta Berusia 2.000 Tahun dari Pompeii

Bonauli - detikTravel
Jumat, 20 Feb 2026 22:10 WIB
Taman Arkeologi Pompeii
Ilustrasi Pompeii (Taman Arkeologi Pompeii)
Campania -

Taman Arkeologi Pompeii masih menyimpan banyak misterius. Sebuah surat cinta berusia 2.000 tahun baru ditemukan di sana!

Para arkeolog di Pompeii, Italia, baru-baru ini mengidentifikasi surat-surat cinta berusia 2.000 tahun. Ini merupakan penemuan yang hanya bisa dilakukan berkat teknologi canggih, seperti dikutip dari Fox News pada Jumat (20/2/2026).

Taman Arkeologi Pompeii mengatakan bahwa pesan-pesan tersebut diidentifikasi selama kampanye penelitian pada tahun 2022-2025. Surat-surat itu ditemukan di koridor yang menghubungkan distrik teater ke Via Stabiana di taman tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu inskripsi tampaknya merujuk pada seorang wanita bernama Erato, diikuti oleh kata "mencintai", meskipun subjek yang dimaksud masih belum jelas.

Inskripsi lain berisi seperti ini:

ADVERTISEMENT

"Aku sedang terburu-buru; hati-hati, Sava-ku, pastikan kau mencintaiku!"

"Methe, (budak) dari Cominia, Atella, mencintai Cresto di dalam hatinya," bunyi pesan ketiga.

"Semoga Venus Pompeii berpihak kepada mereka berdua dan semoga mereka selalu hidup dalam harmoni."

Para peneliti memetakan tembok secara digital untuk mencatat posisi setiap prasasti dan mengidentifikasi hubungan di antara mereka.

Menggunakan fotografi pencahayaan khusus yang dikenal sebagai Reflectance Transformation Imaging, mereka mengambil gambar dari berbagai sudut untuk mengungkapkan tanda-tanda samar atau aus yang sulit dideteksi.

Ke depannya, para peneliti sedang mengembangkan platform digital 3D untuk menganalisis lebih lanjut grafiti tersebut. Di sisi lain, taman tersebut berencana untuk memasang atap pelindung untuk membantu melestarikan prasasti bagi pengunjung di masa mendatang.

Gabriel Zuchtriegel, direktur Taman Arkeologi Pompeii, menekankan perlunya menginformasikan kepada publik tentang penemuan-penemuan baru ini.

"Kami sedang mengerjakan proyek yang dirancang untuk melindungi dan meningkatkan pemahaman tentang grafiti, yang berjumlah lebih dari 10.000 di seluruh Pompeii, sebuah warisan yang sangat besar," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Hanya penggunaan teknologi yang dapat menjamin masa depan bagi semua kenangan kehidupan yang dijalani di Pompeii ini," lanjutnya.

Seorang juru bicara Taman Arkeologi Pompeii menyoroti peran teknologi dalam email yang diterjemahkan ke Fox News Digital.

"Tentu saja, teknologi telah membantu para sarjana mengidentifikasi prasasti baru dan mengungkap kisah-kisah baru," kata pejabat itu.

Penggalian sistematis di Pompeii dimulai pada pertengahan tahun 1700-an, dan situs tersebut telah memikat para sejarawan dan pengunjung sejak saat itu. Sebenarnya para ahli tidak menduga adanya informasi baru atau cerita lain dari Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut. Namun, ada banyak sisi lain Pompeii yang muncul seiring dengan berjalannya penelitian dengan menggunakan teknologi.



(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads