Ketika Penumpang Bermulut Kasar Diusir dari Pesawat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Penumpang Bermulut Kasar Diusir dari Pesawat

Bonauli - detikTravel
Kamis, 05 Mar 2026 05:04 WIB
Penumpang bermulut kasar diusir dari pesawat
Foto: (Tangkapan layar)
Jakarta -

Suasana dalam sebuah penerbangan dibuat tegang dengan kehadiran penumpang bermulut kasar. Ia terus memaki tanpa henti ketika digiring keluar dari pesawat.

Seorang wanita berambut pirang dengan hoodie kuning menjadi bintang utama dalam rekaman video penumpang pesawat Frontier Airlines. Penerbangan itu harusnya menuju Colorado, tapi terpaksa dialihkan ke Denver karenanya, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (5/3/2026).

Tidak jelas apa yang memicu ledakan emosi si wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minggir dari hadapan saya," tuntutnya.

ADVERTISEMENT

Seorang pramugari yang berada di depannya menjawab dengan halus.

"Kami sedang menyingkir dari jalanmu, sayang," kata si pramugari.

Namun, hal itu tidak membuatnya senang. Ia makin agresif dan berteriak sambil berkata-kata kasar. Makian demi makian memenuhi kabin, penumpang lain merasa terganggu dan tidak nyaman.

"Mundur sialan. Itu artinya kau minggir dari hadapanku dan aku akan pergi, lalu kau akan ditangkap," ucapnya penuh dengki.

Belum jelas apakah penumpang tersebut menghadapi konsekuensi apa pun setelah tiba.

Video tersebut ditonton lebih dari 2 juta kali di TikTok. Kebanyakan, mereka terkejut dengan makian yang keluar dari mulut wanita itu.

"Daftar larangan terbang pasti sudah sangat panjang sekarang dengan semua video yang terus-menerus saya lihat," canda yang lain.

"Mengapa tidak ada yang bisa naik pesawat dan sampai ke tujuan tanpa masalah? Ini menyedihkan," timpal yang lain.

Yang lain memuji pramugari karena tetap tenang di bawah tekanan.

"Pramugari itu memiliki kesabaran seperti orang suci (santo)," kata seorang penggemar.

Pengamat dari A View From the Wing, Gary Leff, melihat insiden tersebut sebagai hal umum yang terjadi di Frontier dan mencemooh kebijakan baru maskapai yang hendak memasang kursi kelas satu di penerbangannya.

Leff mengutip komentar kontroversial dari CEO Delta, Ed Bastian, yang menghubungkan perilaku buruk di pesawat dengan fakta bahwa penumpang pesawat tidak seperti dulu lagi. Sekarang semua orang mampu untuk terbang, termasuk mereka yang tidak memiliki moral dan sopan santun.

Sebagai penulis perjalanan, ia mengatakan bahwa maskapai penerbangan berbiaya rendah memang cenderung memiliki lebih banyak masalah daripada maskapai kelas menengah.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads