Berbagai pertanyaan tentang pariwisata di Uni Emirat Arab (UAE) muncul. Apakah aktivitas pariwisata ditutup sementara?
Ketegangan di Timur Tengah belum mereda. Kementerian Dalam Negeri memperingatkan penduduk dan pengunjung di Abu Dhabi tentang ancaman yang akan datang yang sedang ditangani oleh otoritas yang kompeten di UEA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertahanan udara saat ini sedang menghadapi ancaman rudal. Harap tetap berada di tempat yang aman dan ikuti peringatan serta pembaruan di situs web resmi," tulis kementerian lewat akun resmi di platform X.
Kementerian Pertahanan juga mengeluarkan pernyataan yang meyakinkan masyarakat bahwa suara yang terdengar bukanlah ledakan bom, melainkan tanda-tanda keberhasilan pencegatan.
Lantas, bagaimana dengan pariwisata di ibu kota UEA itu? Mengingat banyak turis yang terjebak karena tak adanya penerbangan akibat penutupan lalu lintas udara.
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi telah mengkonfirmasi bahwa hotel, tempat wisata, situs budaya, museum, dan pengalaman wisata masih beroperasi secara penuh. Layanan publik, jaringan transportasi, dan tempat wisata budaya terus beroperasi normal, seperti dikutip dari Gulf News, Selasa (10/2/2026).
Selama akhir pekan, hotel disarankan untuk memperpanjang tanggal check-out bagi tamu yang terkena dampak gangguan penerbangan atau jadwal kapal pesiar. Pengunjung yang masih menghadapi kendala dalam perjalanan selanjutnya diimbau untuk berkoordinasi langsung dengan resepsionis hotel atau staf bandara/kapal pesiar.
Staf hotel dapat memberikan panduan tentang masa inap yang dikompensasi dan layanan yang ditanggung berdasarkan pemesanan individu dan instruksi yang diterima. Untuk masalah terkait perjalanan, tamu harus menghubungi petugas layanan terkait secara langsung untuk mendapatkan bantuan.
Departemen menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan pengunjung dan penduduk tetap menjadi prioritas utama. Pihak berwenang memantau perkembangan dengan cermat dan mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi untuk memastikan keselamatan yang berkelanjutan.
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
3 Kota di ASEAN Paling Murah Versi Turis AS