Emirates Optimistis Operasional Penerbangan Segera Normal Lagi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Emirates Optimistis Operasional Penerbangan Segera Normal Lagi

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 10 Mar 2026 22:11 WIB
BALI, INDONESIA - JUNE 01: Airbus A380-800 operated by Emirates Airlines parked is seen after landing as airplane takes off in the back at Ngurah Rai International Airport in Kuta, Bali, Indonesia on June 1, 2023. The biggest passengers plane in the
Ilustrasi maskapai Emirates. (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Maskapai penerbangan Emirates memperkirakan operasional penerbangan internasional pulih sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan. Pemulihan itu dilakukan seiring dengan pembukaan kembali wilayah udara di kawasan secara bertahap.

Juru bicara Emirates mengatakan maskapai menargetkan seluruh jaringan penerbangan dapat kembali beroperasi normal, dengan catatan ketersediaan ruang udara dan terpenuhinya seluruh persyaratan operasional penerbangan.

"Maskapai ini memperkirakan akan kembali beroperasi 100 persen dari seluruh jaringannya dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada ketersediaan wilayah udara dan pemenuhan semua persyaratan operasional. Keselamatan, seperti biasa, tetap menjadi prioritas utama, begitu pula kewajiban kami untuk menjaga keselamatan penumpang," kata juru bicara Emirates dikutip dari Gulf News, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi normal, Emirates melayani sekitar 140 destinasi di berbagai negara. Saat ini maskapai tersebut masih menjalankan jadwal penerbangan yang terbatas sembari secara bertahap memulihkan layanan.

ADVERTISEMENT

Penyesuaian ini dilakukan setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran memicu ketegangan regional dan berdampak pada lalu lintas udara. Pada 7 Maret, Emirates memperkirakan akan mengoperasikan 106 penerbangan pulang-pergi setiap hari menuju 83 destinasi.

Jumlah tersebut setara dengan hampir 60% dari total jaringan rute global maskapai tersebut. Pada Kamis lalu, Emirates juga mengangkut sekitar 30.000 penumpang yang berangkat dari Dubai.

Langkah ini dilakukan untuk membantu mengatasi penundaan perjalanan setelah gangguan operasional yang terjadi sebelumnya. Emirates juga menambah kapasitas penerbangan di sejumlah rute dengan permintaan tinggi.

Untuk rute Inggris, Emirates dijadwalkan mengoperasikan 11 penerbangan setiap hari dari lima bandara pada 7 Maret. Tingginya frekuensi ini mencerminkan besarnya permintaan perjalanan antara Uni Emirat Arab dan Inggris.

Sementara itu, tambahan penerbangan juga disiapkan untuk rute India. Emirates akan mengoperasikan 22 penerbangan harian menuju sembilan kota utama di negara tersebut.

Di Amerika Serikat, Emirates memastikan tetap melayani tujuh destinasi guna menjaga konektivitas antara AS dan Uni Emirat Arab. Emirates menyatakan penumpang dengan pemesanan yang sudah ada akan diprioritaskan untuk mendapatkan kursi yang tersedia selama proses pemulihan kapasitas berlangsung.

Maskapai juga mengimbau calon penumpang agar datang ke bandara hanya jika telah memiliki pemesanan penerbangan yang sudah dikonfirmasi. Selain itu, Emirates menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di kawasan dan siap menyesuaikan operasional jika diperlukan.

Penumpang diminta untuk memeriksa pembaruan terbaru melalui situs web dan media sosial resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan. Sejak konflik pecah pada 28 Februari, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab dilaporkan telah mencegat sejumlah rudal dan drone.

Otoritas setempat menyatakan siap menghadapi potensi ancaman guna menjaga keamanan nasional. Di tengah situasi tersebut, bandara serta maskapai nasional seperti Emirates, Etihad, Air Arabia, dan flydubai mulai kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas.

Pemerintah juga mengumumkan libur musim semi lebih awal bagi sekolah dan universitas, sementara beberapa ujian dilaporkan dibatalkan.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads