Tembok Besar China membentang di 15 provinsi China. Pelan-pelan, China mau buka beberapa area yang selama ini ditutup.
Monumen berusia 2000 tahun itu mendatangkan lebih dari 20 juta pengunjung setiap tahun. Punya panjang 21.196 km, namun hanya sekitar lima persen yang dibuka untuk wisatawan.
Hal ini membuat kepadatan di beberapa bagian tembok Badaling, Mutianyu, Juyongguan, dan Jinshanling. Akhirya, banyak wisatawan yang memilih untuk menjelajah area yang berada di luar akses untuk menghindari keramaian, seperti dikutip dari The Standard HK pada Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman ini dianggap otentik, karena seringkali medan yang dilalui terjal, liar dan belum terjamah. Sayangnya, petualangan ini dapat berakhir dengan tragis.
Dalam satu dekade terakhir, enam pendaki yang berada di salah satu bagian terpencil, Jiankou, kehilangan nyawa mereka. Tidak hanya kecelakaan yang terjadi, tetapi pengunjung juga dapat merusak peninggalan budaya yang rapuh dengan menginjak-injak batu bata tembok.
Sebagai tanggapan, peraturan baru diperkenalkan bulan ini untuk mencegah penyusup di bagian tembok yang terlarang, dengan mengerahkan drone, sistem pemantauan cerdas, dan pagar elektronik "tak terlihat".
Untuk mengurangi kepadatan pengunjung di situs bersejarah tersebut, Beijing juga mengusulkan untuk membuka lebih banyak bagian Tembok Besar yang saat ini ditutup untuk umum. Setelah menilai kondisi peninggalan, kapasitas pengunjung, transportasi, dan kondisi keselamatan, pemerintah berharap untuk memperluas area yang dibuka untuk wisatawan dari lima persen menjadi 10 persen pada tahun 2035.
Di sepanjang monumen, desa-desa telah bermunculan dengan perkembangan budaya baru. Beberapa daerah memanfaatkan daya tarik tersebut untuk mengembangkan pariwisata budaya, membangun jalur wisata, penginapan, tur pendidikan, dan ruang pameran. Sebagai alternatif untuk mendaki tembok, pengunjung juga dapat mengagumi monumen dari jauh dan merasakan budaya lokal di daerah sekitarnya. Hal ini juga menciptakan peluang ekonomi bagi mereka yang tinggal di pemukiman tersebut.










































