Turki mendulang keuntungan di tengah konflik Timur Tengah. Turis dari Rusia membatalkan liburan ke negara-negara Teluk dan mengalihkannya ke Turki.
Menurut laporan Asosiasi Operator Tur Rusia (ATOR), selain Turki, turis-turis Rusia memilih pelesiran ke Mesir dan Thailand. Di antara ketiga destinasi itu, Turki menjadi pilihan utama.
Pergeseran tersebut terjadi karena pertimbangan keamanan. Wisatawan Rusia merasa khawatir akan keselamatan mereka di Timur Tengah, sudah begitu arus perjalanan regional saat ini sedang terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operator tur menyebut pembatalan wisata ke negara-negara Teluk terjadi khusus untuk perjalanan pada bulan Maret dan April. Hampir semua keberangkatan di bulan Maret telah dibatalkan, sementara wisatawan terus menunda atau membatalkan perjalanan yang dijadwalkan pada bulan-bulan berikutnya.
Permintaan perjalanan ke Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Oman, dan Arab Saudi telah menurun secara signifikan.
"Alih-alih menunggu pengembalian dana, banyak wisatawan memilih untuk mengganti destinasi," kata ATOR, seperti dikutip dari Turkiye Today pada Jumat (27/3/2026).
Operator mengarahkan klien untuk memesan ulang sementara proses penggantian biaya melambat karena tingginya permintaan. Sekitar 15% dari perjalanan yang dibatalkan telah dipesan ulang, dan persentasenya masih terus meningkat.
Beberapa perusahaan memperkirakan akan mengalihkan sebanyak 70-80% dari pemesanan yang terpengaruh.
Maskapai penerbangan sebagian besar mengeluarkan pengembalian dana tanpa masalah, tetapi kebijakan hotel bervariasi. Beberapa mengembalikan uang muka, sementara yang lain menyimpan sebagian uang sebagai biaya yang dikeluarkan, yang dikurangkan selama pembatalan.
Otoritas Rusia telah mengizinkan operator tur untuk menggunakan dana pertanggungjawaban pribadi untuk menangani lonjakan pembatalan, meskipun perusahaan menerapkannya secara berbeda tergantung pada risiko dan mitra mereka, tambah ATOR.
Turki tetap menjadi pilihan utama bagi pengunjung Rusia, menyumbang 13% dari semua kedatangan asing pada tahun 2025 dengan 6,9 juta wisatawan. Dalam dua bulan pertama tahun 2026, warga Rusia berada di peringkat kedua setelah warga Iran, dengan 392.000 kedatangan.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten