Wisata Gunung Bromo Tutup Sepekan Demi Pemulihan Ekosistem

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Gunung Bromo Tutup Sepekan Demi Pemulihan Ekosistem

M Rofiq - detikTravel
Selasa, 07 Apr 2026 10:21 WIB
Wisata Gunung Bromo
Gunung Bromo Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Probolinggo - Kawasan wisata Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup selama sepekan mulai Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB.

Penutupan ini dilakukan khusus untuk aktivitas wisata sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem kawasan konservasi tersebut.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan sementara merupakan langkah penting untuk memberikan waktu bagi alam memulihkan diri dari aktivitas wisata yang berlangsung hampir setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau yang ini memang untuk pemulihan ekosistem. Sebagai kawasan konservasi, kita tahu alam juga butuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Seperti manusia atau alat, tidak mungkin digunakan terus-menerus 24 jam, pasti harus ada jeda," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pemulihan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembersihan kawasan, tetapi juga dengan memberikan waktu jeda bagi proses alami lingkungan.

"Pemulihan itu tidak selalu pembersihan. Memberikan waktu kepada alam juga bagian dari pemulihan. Misalnya tanaman bisa kembali melakukan proses alaminya, pasir juga butuh waktu untuk mengembalikan porositasnya. Kalau setiap hari dilalui dan dieksploitasi, tentu tidak ada waktu untuk pulih," jelasnya.

Rudijanta menambahkan, kebijakan penutupan kawasan sebenarnya pernah dilakukan dengan durasi yang lebih lama pada masa lalu, bahkan hingga satu bulan.

Namun tradisi tersebut sempat terhenti sejak pandemi COVID-19 karena aktivitas wisata menurun drastis.

"Dulu pernah sampai satu bulan. Tradisi itu berhenti saat COVID-19 karena tidak ada aktivitas wisata. Setelah pandemi selesai, jumlah wisatawan kembali meningkat, sehingga penutupan berkala ini perlu kita terapkan kembali," katanya.

Selama masa penutupan, aktivitas yang dihentikan hanya kegiatan wisata, sementara kegiatan konservasi, pemeliharaan, dan pembersihan kawasan tetap berlangsung.

Balai Besar TNBTS berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan kawasan wisata Gunung Bromo di masa depan.

---

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.




(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads