Menyoal Pembatasan Jumlah Kunjungan TN Komodo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menyoal Pembatasan Jumlah Kunjungan TN Komodo

Ambrosius Ardin - detikTravel
Jumat, 10 Apr 2026 12:15 WIB
Wisatawan mancanegara di puncak Pulau Gili Lawa, Taman Nasional Komodo, beberapa waktu lalu. (Ambrosius Ardin)
Wisatawan mancanegara di puncak Pulau Gili Lawa, Taman Nasional Komodo, beberapa waktu lalu. (Ambrosius Ardin)
Jakarta -

Pembatasan kunjungan ke Taman Nasional Komodo mulai 1 April 2026 menuai pro dan kontra. Penerapan aturan itu ditolak pelaku pariwisata.

Polemik itu direspons DPRD Manggarai Barat dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Pertemuan tersebut membahas polemik kuota 1.000 kunjungan wisatawan per hari ke TN Komodo mulai 1 April 2026.

RDP itu dipimpin Ketua Komisi Ali Sehidun dan Komisi III Warus Martinus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga menjelaskan kuota yang ditetapkan itu bersifat tahunan, yakni 365.000 kunjungan per tahun. Pria yang disapa Hengki itu menjelaskan kuota tersebut kemudian dialokasikan rata-rata 1.000 wisatawan per hari.

Menurut Hengki, sisa kuota yang tidak mencapai 1.000 kunjungan per hari saat low season akan didistribusikan secara proporsional pada musim puncak kunjungan atau peak season. Saat peak season, dia berujar, kuota bisa diberikan lebih dari 1.000 kunjungan dengan menambahkan sisa kuota low season.

ADVERTISEMENT

"Sisa-sisa kuota kami distribusikan dalam seluruh bulan dalam satu tahun secara proporsional dengan mengacu data tahun lalu mana peak season dan mana low season," kata Hengki saat RDP bersama DPRD Manggarai Barat, Rabu (8/4/2026), dilansir detikBali.

Dia lantas menjelaskan alokasi kuota saat peak season. Dia mengatakan penentuan kuota kunjungan merujuk musim lalu. Merujuk laporan tahun lalu, kunjungan harian tertinggi saat peak season adalah kunjungan ke Pulau Padar yang mencapai 1.755 wisatawan, yakni pada pada 22 Juli 2025.

"Kami mengacu tahun lalu, ada angkanya juga. Kami punya data tahun lalu peak season itu berapa, sehingga pendekatan dari situ sisa kuota kami distribusikan secara proporsional untuk peak season," kata Hengki.

Hengki mengatakan penerapan kuota ini merupakan bagian dari pengaturan data dukung daya tampung (carrying capacity) TN Komodo. Kondisi itu sekaligus bertujuan untuk memitigasi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pariwisata.

Dia menyebut pengaturan kuota kunjungan itu juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Dia menilai para turis akan merasa tidak nyaman jika kunjungan ke taman nasional tersebut terlalu membeludak.

Hengki juga menyebut salah satu tujuan kebijakan tersebut untuk menjaga reputasi TN Komodo sebagai destinasi pariwisata premium. Penerapan kuota kunjungan yang dimulai sejak 1 April 2026.

"Terkait reputasi, pandangan kami bahwa langkah ini dalam rangka untuk menjaga reputasi kalau kita memang benar-benar menjadi tempat wisata premium, destinasi premium," kata Hengki.

Dia mengatakan reputasi TN Komodo sebagai destinasi pariwisata premium akan mengalami degradasi jika tidak diintervensi dengan pengaturan kunjungan melalui penerapan kuota tersebut. Demi menjaga reputasi itu, ujar Hengki, pihak tak mengakomodasi keinginan pihak yang menolak penerapan kuota kunjungan tersebut.

"Andaikan ini tidak diintervensi, dijamin pasti akan mengalami degradasi sehingga reputasi itu yang mau kita jaga dengan mengorbankan keinginan-keinginan beberapa pihak yang menginginkan kalau bisa ini jangan diterapkan," kata Hengki.

Dalam sesi lain, Hengki mengatakan kuota itu tidak mencakup turis kapal pesiar. Dia beralasan kebijakan itu dibuat agar kuota wisatawan di luar kapal pesiar tidak terpengaruh oleh kedatangan turis-turis kapal pesiar.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads