Kedamaian Pantai Phuket terusik dengan kemunculan 20-30 ubur-ubur bulan. Ubur-ubur ini beracun!
Ubur-ubur bulan atau Aurelia aurita ditemukan di dekat permukaan dan terdampar di Ao Siam, Koh Racha Yai, Phuket kemarin, 7 April, menurut Pusat Penelitian Sumber Daya Pesisir dan Kelautan Andaman Atas, seperti dikutip dari The Thaiger pada Jumat (10/4).
Peringatan dikeluarkan setelah staf di pusat pengelolaan kawasan lindung Kepulauan Racha di Rawai, distrik Mueang, Phuket, melaporkan penampakan tersebut. Padahal sebelumnya, spesies ini tidak pernah muncul di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat kemudian mengidentifikasi hewan-hewan tersebut sebagai ubur-ubur bulan, spesies yang umum ditemukan di perairan Thailand.
Ubur-ubur bulan membawa racun ringan dan tidak dianggap mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan ruam merah, sensasi terbakar, dan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau mereka yang mudah bereaksi terhadap sengatan.
Wisatawan telah disarankan untuk tidak menyentuh ubur-ubur secara langsung dan tidak panik, karena spesies ini tidak dianggap sangat berbahaya.
Siapa pun yang bersentuhan dengan ubur-ubur dan mengalami gejala yang tidak biasa harus membersihkan area yang terkena dan mencari pertolongan medis sebagai tindakan pencegahan.
Demikian pula, pekan lalu, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Suchart Chomklin memperingatkan masyarakat setelah ditemukan ubur-ubur api beracun dalam jumlah besar di sekitar Koh Aeo, Phuket.
Direktur Jenderal DMCR Pinsak Suraswadi mengatakan survei oleh Pusat Penelitian Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Andaman Atas menemukan ubur-ubur api dari genus Pelagia. Sengatan ubur-ubur api menyebabkan rasa sakit ekstrem, bentol merah, kram otot, sesak napas, hingga potensi reaksi alergi berat (anafilaksis) dan jarang berakibat fatal.
Suchart mengatakan Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) melaporkan ubur-ubur beracun tersebar dalam konsentrasi yang relatif tinggi sekitar 100 ekor per meter persegi, mengapung di dekat permukaan pada kedalaman sekitar 3 hingga 5 meter di lepas pantai Koh Aeo.
Warga setempat dan wisatawan diperingatkan dan diimbau untuk lebih berhati-hati selama kegiatan di laut dan menghindari kontak langsung dengan ubur-ubur.
Jika tersengat, departemen menyarankan untuk menuangkan cuka secara terus menerus ke area yang terkena setidaknya selama 30 detik dan segera mencari perawatan medis.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung