Sebuah penerbangan KLM Royal Dutch Airlines kembali ke bandara asal. Pesawat itu mengalami tabrakan dengan burung tak lama setelah lepas landas.
Dikutip dari Aviationa2z, Minggu (12/4/2026), insiden tersebut terjadi pada Sabtu (11/4). Pesawat itu take off dari Bandara Amsterdam Schiphol sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Baru mengudara sekitar 15 menit, insiden itu terjadi.
Pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal. Setelah tiba ke bandara, seluruh penumpang dipindahkan ke pesawat pengganti dan akhirnya berangkat menuju Prancis sekitar pukul 18.00 atau hampir empat jam dari jadwal semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan maskapai mengklasifikasikan insiden tersebut sebagai gangguan teknis. Mereka juga menyebut pesawat diduga menabrak seekor bangau (heron), burung berukuran besar yang jarang terlibat dalam insiden seperti itu dibandingkan burung kecil. Bahkan, ada kemungkinan burung tersebut sempat masuk ke dalam mesin pesawat, meski hal ini masih dalam tahap konfirmasi.
Terlepas dari titik benturan pastinya, maskapai memastikan bahwa insiden tersebut cukup serius sehingga penerbangan tidak dapat dilanjutkan. Pesawat pun segera kembali ke Schiphol. Di bandara, tim darat langsung menangani pemindahan penumpang ke pesawat siaga.
Tabrakan dengan burung (bird strike) memang menjadi risiko yang cukup sering terjadi di sekitar Bandara Schiphol. Kondisi itu dipengaruhi oleh kondisi geografis di sekitarnya yang dekat dengan lahan terbuka dan jalur migrasi burung.
Pengelola bandara telah menempatkan petugas khusus untuk mengendalikan populasi burung di area landasan. Mereka menggunakan berbagai metode untuk mengusir burung serta berkoordinasi dengan pengatur lalu lintas udara guna mengalihkan jalur penerbangan jika diperlukan.
Meski demikian, risiko bird strike tidak sepenuhnya dapat dihindari. Burung berukuran besar seperti bangau bahkan dinilai lebih berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat, mulai dari gangguan pada baling-baling hingga kegagalan mesin dalam kondisi ekstrem.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'