32 Turis Terlantar di Bandara Chiang Mai, Operator Tur Ilegal Ditangkap

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

32 Turis Terlantar di Bandara Chiang Mai, Operator Tur Ilegal Ditangkap

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Minggu, 26 Apr 2026 15:09 WIB
Bandara Internasional Chiang Mai, di Thailand
Bandara Chiang Mai, Thailand. (Airports of Thailand)
Jakarta -

Polisi wisata Thailand menangkap seorang terduga operator tur ilegal di Bandara Internasional Chiang Mai. Nggak main-main puluhan wisatawan gagal berangkat ke Chongqing, China.

Dilaporkan sebanyak 32 wisatawan asal Thailand terlantar di bandara karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar penumpang maskapai. Mereka sebelumnya membeli paket perjalanan yang dijanjikan oleh pelaku.

Melansir City News, Minggu (26/4/2026) Komandan Polisi Wisata, Saksira Phueak-am, langsung memerintahkan penyelidikan dan pendampingan korban dengan melibatkan otoritas pendaftaran usaha pariwisata dan pemandu wisata wilayah utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil penyelidikan awal menunjukkan para korban mengenal pelaku secara pribadi. Mereka diajak bergabung dalam pemesanan grup dengan iming-iming harga lebih murah jika jumlah peserta banyak.

ADVERTISEMENT

Total peserta mencapai lebih dari 30 orang, masing-masing membayar 24.000 baht (Rp 12 juta), sehingga total kerugian diperkirakan menembus 800.000 baht (Rp 426 juta).

Rombongan terdiri dari berbagai usia, termasuk anak-anak dan lansia. Mereka bahkan telah berangkat dari Chiang Rai sejak dini hari menggunakan bus sewaan untuk mengejar penerbangan.

Polisi menemukan pelaku menggunakan izin usaha milik perusahaan tur lain yang sah untuk meyakinkan korban. Uang pembayaran ditransfer langsung ke rekening pribadi pelaku. Sementara itu, perusahaan milik pelaku sendiri tidak aktif dan tidak memiliki izin resmi sebagai biro perjalanan.

Pelaku kemudian ditangkap di bandara saat berada bersama rombongan. Ia dijerat dengan tuduhan menjalankan usaha tur tanpa izin sesuai undang-undang pariwisata Thailand.

Polisi wisata mengimbau masyarakat untuk memeriksa legalitas agen perjalanan sebelum membeli paket wisata, termasuk melalui situs resmi Departemen Pariwisata Thailand.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads