Ayo ke Lebaran Depok 2026!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ayo ke Lebaran Depok 2026!

Hans Wilhem - detikTravel
Kamis, 07 Mei 2026 11:37 WIB
Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.
Lebaran Depok mulai 5-9 Mei 2026, jangan ketinggalan. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto)
Jakarta -

Traveler belum mempunyai rencana untuk akhir pekan ini? Datang saja ke Depok, acara pariwisata dan budaya tahunan Lebaran Depok kembali digeber, menjanjikan perayaan yang spektakuler.

Festival yang berlangsung pada 5-9 Mei 2026 itu menonjolkan tradisi Betawi kuno yang semarak sekaligus merayakan keragaman budaya yang terdapat di seluruh nusantara.

Ketua Panitia Penyelenggara Lebaran Depok 2026, Hamzah, yang dikenal dengan gayanya yang unik dan keterikatannya yang kuat dengan budaya lokal, mengenakan pangsi merah, peci, dan kacamata hitam saat menyampaikan bahwa fokus utama acara tahun ini adalah pendidikan budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekhasan kita itu, bahwa kita menampilkan, menginformasikan secara edukasi terkait tradisi. Jadi kita sampaikan nih kepada masyarakat bahwa ini adalah edukasi yang harus kita sampaikan kepada anak-anak muda," ujar Hamzah kepada wartawan Rabu (6/5/2026).

Ketua Panitia Penyelenggara Lebaran Depok 2026, HamzahKetua Panitia Penyelenggara Lebaran Depok 2026, Hamzah (Hans Wilhem/detikcom)

Hari ini, pusat keramaian berada di Alun-Alun Timur GDC, Jl. Boulevard Grand Depok City. Mulai pukul 06.30 hingga 22.00 WIB, warga diajak melihat langsung ritual "Nyuci Perabotan".

ADVERTISEMENT

Pria yang juga menjabat sebagai ketua komisi B DPRD Depok itu, tradisi Lebaran Depok itu memiliki filosofi yang dalam.

"Orang-orang Depok itu kalau menghadapi tamu agung yaitu bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, itu perabotannya dibersihin. Bukan hanya membersihkan hati, tapi juga membersihkan semua perabotan-perabotan rumahnya," kata Hamzah.

Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Selain mendapatkan wawasan tentang tradisi lokal, pengunjung yang memadati alun-alun kota Depok itu juga menikmati rangkaian acara hiburan yang meriah. Acara tersebut menampilkan pertunjukan Gambang Kromong oleh Mak Iin, Tari Saman, Tari Jaipong, serta festival musik band yang semarak.

Berbagai lomba interaktif diadakan, antara lain Lomba Nganam Ketupat, Lomba Numbuk Uli, Lomba Mewarnai, serta area khusus untuk Bazaar UMKM sebanyak 200.

Ngubek Empang-Kebangkitan Tren Mode "Cutbray"

Kegembiraan festival itu secara resmi dimulai pada Selasa (5/5). Tradisi Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol berlangsung secara bersamaan di tiga kecamatan,Tapos, Cipayung, dan Sawangan yang menarik ribuan warga setempat.

Bagi yang mencari petualangan unik, pastikan untuk menghadiri acara pada Kamis (7/5) Warga Depok akan merayakan estetika tahun 1970-an dengan mengenakan celana cutbray di acara Baju Jadulan yang akan datang. Pada hari itu, tradisi Potong Andilan Kebo akan dihidupkan kembali.

Politikus Gerindra itu menjelaskan bahwa tradisi ini berasal dari Arisan Andilan, yang secara historis individu menyisihkan sejumlah kecil rupiah sepanjang tahun untuk secara kolektif membeli dan menikmati daging kerbau selama hari raya.

Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Pada hari berikutnya, Jumat (8/5), suasana meriah malam sebelum Idul Fitri akan terasa dengan Pasar Penghabisan dan Kue Maleman, sebuah pasar loak simulasi yang menawarkan beragam barang dengan harga sangat murah.

Perayaan Idul Fitri di Depok mencapai puncaknya pada Sabtu, 9 Mei. Acara ini dihidupkan tidak hanya oleh pertunjukan langsung "Lennong Nyedengin Baju" yang dipersembahkan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri tetapi juga oleh tradisi kaya "Nyorok."

Tradisi parade Nyorok menjadi simbol toleransi yang signifikan, menampilkan kelompok etnis yang beragam di Depok saat mereka mempersembahkan hidangan khas daerah mereka mulai dari masakan Padang hingga hidangan lezat Kalimantan kepada pejabat kota.

"Tema besar Lebaran Depok tahun ini adalah 'Depok Rumah Kita'. Mau siapapun etnis suku bangsanya, dia harus ngakuin dia tinggal di Depok, ber-KTP Depok, domisili Depok, maka Depok adalah rumah dia sendiri," kata Hamzah.

Sebagai wujud nyata perpaduan etnis tersebut, panggung penutupan pada tanggal 9 Mei akan menyuguhkan kesenian dari penjuru Nusantara, bukan sekadar budaya Betawi.

"Tahun ini ada Reog, Barongsai, ada Bali. Tahun lalu tidak ada Tari Kecak, sekarang kita bikin Tari Kecak pada tanggal 9 Mei. Ada Ogoh-ogoh juga," ujar Hamzah memberi sedikit bocoran acara puncak.

Nah, bagi traveler yang ingin merasakan langsung kemeriahan lintas etnis dan keunikan tradisi jadul, segera luangkan waktu akhir pekan ini ke Lebaran Depok 2026!




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads