Bernostalgia di Kampung Ismail Marzuki

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bernostalgia di Kampung Ismail Marzuki

Hans Wilhem - detikTravel
Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB
Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta Selatan
Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta Selatan (Hans Wilhem/detikcom)
Jakarta -

Kampung Betawi Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta Selatan, memiliki suasana tradisional yang tenang. Cocok untuk keluarga dan edukasi budaya Betawi.

Lokasi Kampung Kampung Betawi itu tepatnya berada dl Jl. Moch Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa. Sejak dibuka untuk umum pada Jumat (13/2/2026), pulau yang asri itu telah menjadi tempat pelarian bagi mereka yang merindukan suasana tradisional yang jarang ditemui di ibu kota.

Di antara pengunjung pada Rabu (29/4) ada pasangan suami istri, Maldi (48) dan Yuningsih (40). Dalam perbincangan dengan detikTravel, Maldi dan Yuningsih mengungkapkan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak mereka pada kekayaan budaya Betawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuningsih, yang memiliki latar belakang Betawi, menekankan bahwa kawasan ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga suasana pendidikan yang hidup.

"Sengaja ngenalin anak-anak ini lho rumah Betawi," kata Maldi kepada detikTravel, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT
Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta SelatanMaldi dan Yuningsih, pengunjung di Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan, Jakarta Selatan) Hans Wilhem/detikcom)

Bagi Yuningsih, yang membuat kawasan Setu Babakan ini berbeda dari taman kota lainnya, seperti di Depok atau Jakarta Selatan, adalah suasana tenangnya yang bebas dari hiruk pikuk pedagang kaki lima.

"Di sini enak, tidak begitu ramai. Kalau banyak pedagang-pedagang juga agak kurang enak. Kalau bisa yang dagang jangan sampai masuk ke sini, jadi bersih, buat santai keluarga lebih nyaman," kata Yuningsih.

Maldi menambahkan bahwa keistimewaan tempat ini terletak pada keberadaan rumah-rumah adat Betawi yang berjejer.

"Yang pasti rumah-rumah ini yang bikin beda. Ada nama-namanya juga. Jadi kita tahu rumah Betawi itu banyak macamnya, ada rumah pesisir dan macam-macam, tergantung daerahnya," kata pria asal Sumatera itu.

Melihat bangunan khas tersebut, Maldi merasa nostalgia. "Zaman dulu Betawi kan kampungannya seperti ini, sekarang kan sudah beton semua. Suasananya emang enak. Paling nanti banyak yang pada ke sini," kata dia.

Saran Pengunjung

Meski sangat mengapresiasi dan memuji Kampung Ismail Marzuki, Maldi dan Yuningsih berharap pengelola dapat menambahkan properti atau permainan tradisional untuk membuat suasana semakin hidup.

"Ini kan kosong ya, rumah-rumah saja. Tapi kalau diadain semacam mainan dulu kayak gasing, egrang, congklak, biar suasananya hidup. Enggak sekadar rumah, tapi ada anak-anak nyobain, 'Oh zaman dulu orang Betawi main ini lho'," kata Maldi.

Yuningsih juga menyarankan agar ada properti seperti lesung kayu di bawah rumah panggung. "Zaman dulu orang numbuk padi kan pakai lesung, di kolong begini biasanya ada. Kalau aslinya kan ada," ujar dia sembari menunjukkan salah satu rumah adat Khas Betawi.

Selain ramah untuk keluarga, Setu Babakan ini rupanya terbuka untuk umum secara gratis setiap hari dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB.

Menariknya, meski Museum Setu Babakan tutup di hari Senin, kawasan Pulau Kampung Ismail Marzuki tetap buka dan melayani pengunjung.
Bagi yang berniat mengunjungi destinasi ini, Shafrina Fauzia, Perwakilan UPK PBB Setu Babakan, memberikan beberapa informasi terkait aturan kunjungan.

"Kalau rombongan lebih baik bersurat dulu ke kami agar nanti didampingi pemandu, jadi lebih terarah. Untuk pengunjung individu, silakan langsung datang dan mengisi registrasi," ujarnya.

Tidak hanya untuk wisata rekreasi, tempat ini juga terbuka untuk kegiatan lain seperti sesi pre-wedding (dengan retribusi) dan kunjungan khusus atau penelitian yang dibatasi hingga pukul 17.00 WIB.

Buat traveler yang sedang mencari rekomendasi tempat akhir pekan dengan nuansa budaya yang menenangkan, wisata Kampung Ismail Marzuki di Setu Babakan mungkin bisa jadi pilihan yang tepat.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads