7 Destinasi Low Budget untuk Libur Long Weekend di Jakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

7 Destinasi Low Budget untuk Libur Long Weekend di Jakarta

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Kamis, 02 Apr 2026 11:33 WIB
Wisatawan memadati Kota Tua Jakarta, Senin (23/3/2026).
Suasana di Kota Tua, Jakarta (Pradita Utama/detikFoto)
Jakarta -

Libur long weekend menjadi momen yang ditunggu untuk melepas penat. Namun, tak semua orang ingin mengeluarkan biaya besar untuk berlibur ke luar kota.

Kabar baiknya, ada banyak destinasi low budget di Jakarta yang bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu libur tanpa harus merogoh kocek dalam. Berikut tujuh destinasi low budget di Jakarta yang cocok dikunjungi saat long weekend:

7 Destinasi Low Budget di Jakarta

1. Kota Tua Jakarta

Wisatawan memadati Kota Tua Jakarta, Senin (23/3/2026).Wisatawan memadati Kota Tua Jakarta, Senin (23/3/2026). (Pradita Utama/detikFoto)

Berlokasi di kawasan Jakarta Barat, tepatnya di sekitar Jl. Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta jadi destinasi klasik yang nggak pernah kehilangan daya tarik. Boleh dibilang, area ini adalah pusat sejarah ibu kota yang masih hidup di tengah modernisasi Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di area sekitar Taman Fatahillah, beberapa gedung peninggalan kolonial Belanda dengan fasad khasnya berdiri kokoh mengelilingi alun‑alun berbatu, menjadi latar aktivitas warga dan wisatawan yang berlalu‑lalang.

Kawasan itu buka selama 24 jam, sedangkan museum-museum di sana umumnya beroperasi pukul 09.00-15.00 WIB dan tutup setiap Senin. Sejumlah museum di sana adalah Museum Sejarah Jakarta atau sering disebut Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Mandiri, dan Museum Wayang.

ADVERTISEMENT

Untuk memasuki museum-museum itu, harga tiket relatif terjangkau, mulai Rp 5.000-Rp 15.000. Di sini, wisatawan bisa menikmati suasana bangunan kolonial, bersepeda ontel, hingga berburu foto estetik di area alun-alun yang ikonik.

2. Taman Bendera Pusaka

Warga berolahraga di Taman Bendera Pusaka yang kini dibuka selama 24 jam untuk masyarakat, Minggu (15/3/2026).Warga berolahraga di Taman Bendera Pusaka yang kini dibuka selama 24 jam untuk masyarakat, Minggu (15/3/2026). (Mohammad Farrel/detikFoto)

Taman yang tergolong baru ini berada di kawasan Jakarta Selatan diresmikan pada 14 Maret 2026. Daya tarik utamanya adalah jembatan penghubung atau skybridge yang ikonik, cocok untuk jalan santai sambil menikmati suasana hijau di tengah kota.

Taman ini menjadi ruang terbuka hijau dan memiliki jembatan yang menghubungkan tiga taman secara langsung seperti Ayodya, Leuser, dan Langsat. Buka setiap hari selama 24 jam dan bisa dinikmati secara gratis.

3. Hutan Kota GBK & Lapangan Bisbol GBK

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi menghabiskan sore saat long weekkend. (Andhika Prasetia)

Terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Hutan Kota GBK menawarkan ruang terbuka hijau dengan latar gedung pencakar langit.

Hutan Kota GBK buka Selasa-Minggu dengan dua sesi, yakni pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore (15.00-18.00 WIB), tapa tiket masuk alias gratis. Lokasi tutup setiap Senin untuk pemeliharaan. Pengunjung disarankan datang di luar jam tersebut untuk menghindari penutupan sesi dengan tiket masuk gratis.

Area ini cocok untuk piknik santai, jogging, atau sekadar duduk menikmati suasana kota yang lebih tenang, plus banyak spot foto dengan view skyline Jakarta.

Traveler juga bisa memilih bersantai di tribun di lapangan bisbol dan sofbol GBK. Di sini, traveler bisa melihat langsung para pehobi atau atlet bisbol dan softbol berlatih. Untuk memasuki lapangan ini tidak ada pungutan biaya. Traveler juga bisa menyantap bakso malang dan tempe mendoan dengan harga yang relatif ramah di kantong.

4. Setu Babakan

Sejumlah warga memadati kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Sabtu (28/3/2026), untuk menyaksikan pertunjukan ondel-ondel yang menjadi daya tarik utama selama libur Lebaran.Sejumlah warga memadati kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Sabtu (28/3/2026), untuk menyaksikan pertunjukan ondel-ondel yang menjadi daya tarik utama selama libur Lebaran. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Setu Babakan merupakan pusat Perkampungan Budaya Betawi yang luas dan asri. Di sini, traveler bisa merasakan suasana tradisional Betawi lengkap dengan rumah adat, kuliner khas, serta pertunjukan seni.

Kawasan ini buka setiap hari sekitar 08.00-17.00 WIB dan tiket masuk gratis, meskipun kamu akan membayar biaya kecil untuk parkir atau wahana tertentu seperti naik bebek air di danau, yang tarifnya mulai Rp 10.000 per orang.

Selain bersantai di tepi danau, wisatawan juga bisa jogging, bersepeda sekeliling area, mencoba kuliner dan aktivitas budaya Betawi.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan diprediksi mencapai puncaknya pada Kamis (1/1/2026) ini, bertepatan dengan masa libur Natal, Tahun Baru, dan libur panjang sekolah.Taman Margasatwa Ragunan (Qonita Hamidah/detikcom)

Taman Margasatwa Ragunan buka untuk pengunjung setiap Selasa sampai Minggu mulai sekitar pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Ragunan tutup setiap Senin. Jam operasional ini berlaku pada umumnya, tapi bisa sedikit berubah pada periode libur besar.

Kawasan ini mencakup lahan yang luas dan menjadi rumah bagi ribuan satwa dari berbagai spesies, termasuk primata, karnivora seperti harimau, berbagai jenis burung, reptil dan lainnya, yang dirawat dalam habitat yang meniru lingkungan alaminya.

Ragunan memiliki koleksi lebih dari 2.000 ekor satwa dari 200 jenis. Kebun binatang ini berperan pula dalam konservasi dan edukasi satwa, serta menjadi tujuan populer bagi keluarga dan pelajar.

Di dalamnya tersedia beragam fasilitas rekreasi yang membuat kunjungan lebih nyaman dan menyenangkan, seperti area Children Zoo dengan hewan yang digemari anak‑anak, jalur perahu angsa, penyewaan sepeda dan sepeda listrik, serta area bermain dan taman refleksi. Ada pula kereta keliling dan pusat primata Schmutzer yang bisa dinikmati pengunjung.

Harga tiket masuk ke TM Ragunan sangat terjangkau, untuk pengunjung dewasa Rp 4.000 sedangkan untuk anak-anak Rp 3.000.

6. Museum Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Tekstil

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi tiga museum di Jakarta yaitu Museum Kebangkitan Nasional, Galeri Nasional dan Museum Nasional pada Selasa (17/3/2026).Koleksi Museum Kebangkitan Nasional (dok. Kemenpar)

Traveler juga bisa menghabiskan libur akhir pekan ini, yang kebetulan libur long weekend, dengan jelajah museum atau museum hopping atau museum date. Nah, Jakarta memiliki cukup banyak museum yang terawat dan informatif.

Di Jakarta Pusat, traveler bisa menuntaskan misi itu dengan mengunjungi Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah sebagai titik start. Museum ini memberi gambaran luas tentang sejarah dan budaya Nusantara lewat koleksi arca, prasasti, hingga pameran interaktif yang kini lebih modern.

Museum Nasional memiliki fasilitas lengkap, mulai dari ruang pameran ber-AC, area edukasi digital, hingga kafe dan toko suvenir. Tiket masuk ke Museum Nasional sekitar Rp 30.000-Rp 50.000. Jam operasional museum ini Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB,

Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke Museum Kebangkitan Nasional. Museum ini memiliki suasana tenang khas bangunan bersejarah STOVIA, lengkap dengan meja dan kursi kayu asli sekolah, tempat para pemuda belajar dan berdiskusi soal kebangsaan.

Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2024).Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional. (Rifkianto Nugroho)

Traveler juga akan disuguhi diorama pertemuan organisasi pergerakan yang menghadirkan nuansa sejarah hidup, koleksi foto, serta area informasi yang membantu memahami awal pergerakan nasional.

Traveler hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.000-Rp 5.000 dengan operasional Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, dan tutup pada hari Senin serta hari libur nasional.

Pembelian tiket saat ini wajib dilakukan secara nontunai (cashless) melalui QRIS atau dompet digital. Lokasinya berada di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26, Senen, Jakarta Pusat

Langkah berikutnya membawa kamu ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, tempat dengan suasana menjadi lebih intim dan reflektif. Di sini, kamu bisa melihat rekonstruksi ruangan asli, diorama, serta dokumentasi yang menggambarkan detik-detik penting menjelang kemerdekaan.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20.Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20. (Pradita Utama)

Museum ini dulu adalah rumah Laksamana Maeda. Saat ini, museum memiliki fasilitas yang cukup nyaman dengan ruang pamer tertata rapi dan area istirahat sederhana, sementara tiket masuknya masih di kisaran Rp 2.000-Rp 5.000.

Di sini traveler bakal menemui rekonstruksi ruang tempat naskah proklamasi dirumuskan, lengkap dengan meja, kursi, dan barang-barang yang menyerupai kondisi asli tahun 1945. Di sekitarnya, ada diorama dan foto-foto dokumentasi yang memperlihatkan para tokoh perumus proklamasi sedang berdiskusi, sehingga traveler bisa merasakan atmosfer saat momen itu terjadi.

Selain itu, museum ini menampilkan koleksi surat, dokumen, dan artefak asli yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan, termasuk salinan naskah proklamasi dan tulisan tangan tokoh-tokoh seperti Sukarno dan Hatta. Traveler juga bakal menemukan papan informasi interaktif yang menjelaskan konteks sejarah dan kronologi peristiwa secara detail, sehingga kunjungan tidak hanya visual tapi juga edukatif.

Traveler juga bisa menjumpai satu spot ikonik dari gedung ini, jendela lawas berwarna kuning yang sangat instagramable.

Setelah perjalanan yang cukup sarat makna, suasana kemudian terasa lebih ringan saat tiba di Museum Tekstil. Museum ini menawarkan pengalaman visual dan interaktif lewat koleksi batik, tenun, serta taman pewarna alami, tersedia juga workshop membatik, galeri terbuka, dan ruang santai yang membuat kunjungan terasa lebih santai.

Traveler hanya perlu merogoh kantong untuk membayar tiket sekitar Rp 5.000-Rp 10.000.

7. RPTRA Kalijodo

Perbaikan RTH-RPTRA Kalijodo telah selesai dilakukan. Kini ruang terbuka publik itu memiliki wajah baru setelah diperbaiki.RTH-RPTRA Kalijodo (Andhika Prasetia)

Dulu dikenal sebagai kawasan yang kontroversial, kini RPTRA Kalijodo bertransformasi jadi salah satu ruang publik urban di Jakarta Utara yang sering dikunjungi keluarga dan anak muda untuk bersantai atau olahraga ringan.

Berlokasi di Jl. Pangeran Tubagus Angke, taman ini buka sepanjang hari tanpa tiket masuk (biaya masuk gratis), Di sini pengunjung bisa menikmati area jogging, jalur sepeda, skateboard park, playground untuk anak-anak, lapangan olahraga, hingga tempat duduk santai untuk piknik mini di akhir pekan.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Taman dengan Desain yang Unik, Taman Apung Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads