Bayu Buana Masuk Industri Hotel di Makassar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bayu Buana Masuk Industri Hotel di Makassar

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Jumat, 08 Mei 2026 08:21 WIB
Couple at window in bedroom
Ilustrasi hotel. Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Perusahaan agen perjalanan PT Bayu Buana Tbk mulai memperluas lini bisnisnya ke sektor hospitality dengan rencana akuisisi hotel di Makassar.

Direktur Utama PT Bayu Buana Tbk, Agustinus Kasjaya Pake Seko, mengatakan ekspansi ke bisnis hotel merupakan inisiatif awal perusahaan dalam membangun sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti perjalanan.

"Ke depan kami tidak hanya fokus pada travel, tapi juga masuk ke hospitality untuk memperkuat ekosistem bisnis," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, lini bisnis ini masih dalam tahap pengembangan awal. Ke depan, Perusahaan menargetkan kontribusi yang lebih signifikan seiring dengan ekspansi portofolio dan optimalisasi sinergi antar lini bisnis. Hotel yang akan digarap adalah hotel dengan konsep boutique hotel, jadi akan memiliki perbedaan dengan hotel sejenis di Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

"Memang hotel ini juga kalau tidak memiliki perbedaan yang signifikan, itu bisa masuk ke commodity trap ya. Nah begitu kami masuk ke bisnis ini, kami sudah punya konsepnya yaitu lebih ke boutique hotel. Jadi tidak bisa dengan gampang dibandingkan dengan properti lain. Nah biasanya properti yang masuk ke commodity trap ini biasanya there is no differentiation ya, antara satu properti dengan properti yang lain. Biasanya mereka akan masuk seperti itu," ujarnya.

Makassar dipilih karena kota ini menjadi hub menuju Indonesia timur. Makassar juga dinilai memiliki peluang bagus untuk hotel karena hotel di Makassar selalu penuh di saat weekend dan weekday.

Ia menjelaskan, investasi hotel senilai Rp 100 miliar tersebut diperkirakan memiliki periode pengembalian sekitar 8 hingga 9 tahun. Selain Makassar, perusahaan juga membuka peluang ekspansi ke lokasi lain yang saat ini masih dalam tahap penjajakan. Mengenai hotel mana yang akan diakusisi, Agustinus belum mau menjelaskan lebih detail. "Itu termasuk NDA," ujarnya sambil tertawa.

Laba Masih Tumbuh

Sementara itu Direktur Independen PT Bayu Buana Tbk Hardy Karuniawan mengungkapkan, di tengah ketidakpastian global, perusahaan masih mampu mencatat pertumbuhan laba bersih.

Sepanjang 2025, Bayu Buana mencatat pendapatan senilai Rp 2,49 triliun atau mengalami penurunan 3,48% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp2,58 triliun pada periode yang sama 2024. Laba bersih perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp105,45 miliar pada 2025, naik dari Rp102,17 miliar sepanjang Januari-Desember 2024.

Namun, pada kuartal I 2026, kinerja pendapatan mengalami tekanan. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 554,72 miliar, turun 13,94% dibanding periode yang sama tahun lalu, laba bersih sebesar Rp 15,60 miliar, serta laba usaha Rp 19,58 miliar, turun dari Rp 29,87 miliar.

"Penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis serta tekanan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan kenaikan biaya perjalanan," ujar Hardy.

Meski demikian, posisi keuangan perusahaan tetap terjaga dengan total aset mencapai Rp 972,99 miliar dan ekuitas Rp 570,80 miliar per Maret 2026.

Manajemen Bayu Buana menilai industri perjalanan pada 2026 masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi global, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga tiket akibat fuel surcharge.

Kondisi ini mendorong perubahan perilaku konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja perjalanan, dengan fokus pada nilai dan pengalaman.

"Permintaan masih ada, tapi pertumbuhannya lebih moderat. Konsumen kini lebih berhati-hati dan mempertimbangkan value," kata Agustinus.

Manajemen Bayu Buana di Jakarta Manajemen Bayu Buana Foto: Dadan Kuswaraharja

Fokus 2026: Digital, Premium, dan Diversifikasi

Untuk menjaga kinerja, Bayu Buana akan memperkuat transformasi digital, memperluas kemitraan global, serta mengembangkan produk perjalanan premium dan customized.

Selain itu, ekspansi ke sektor hospitality diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang.

"Dengan fundamental yang kuat dan strategi yang adaptif, kami optimistis tetap bisa menjaga pertumbuhan berkelanjutan," ujar Agustinus.



(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads