Siapakah Backpacker Pertama di Dunia? Ternyata Ini Sosoknya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Siapakah Backpacker Pertama di Dunia? Ternyata Ini Sosoknya

Hari Suroto - detikTravel
Senin, 11 Mei 2026 22:20 WIB
Ilustrasi Turis Backpacker di Jakarta
Ilustrasi backpacker (Ari Saputra/detikfoto)
Jakarta -

Backpacker jadi salah satu tren traveling yang diidam-idamkan oleh anak muda. Lantas, tahukah Anda siapa backpacker pertama di dunia?

Backpack (kata kerja) dalam bahasa Inggris berarti pergi mendaki dengan menggunakan ransel. Sedangkan, definisi backpacker menurut Urban Dictionary adalah subkultur pelancong yang sangat longgar yang membawa semua barang mereka di dalam ransel.

Biasanya mereka didorong oleh rasa petualangan, dan karena itu selalu berusaha menemukan tempat yang indah dan benar-benar terpencil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka sering bepergian sehemat mungkin untuk memaksimalkan waktu yang dapat mereka habiskan di jalan, menerima akomodasi yang kumuh atau berbagi kamar jika itu dapat menghemat uang mereka.

Lantas, siapakah backpacker pertama di dunia? Ternyata dia adalah Giovanni Francesco Gemelli Careri, pelancong dari Italia, yang mulai melakukan perjalanan hanya menggunakan ransel pada abad ke-17.

ADVERTISEMENT

Giovanni memutuskan untuk menghentikan karirnya sebagai pengacara untuk berkeliling dunia selama lima tahun pada tahun 1693 dengan caranya sendiri. Ia hanya mengenakan ransel, berupa tas punggung dengan dua tali bahu.

Pada zaman itu, perjalanan hanya membawa sebuah ransel dianggap tidak biasa, apalagi melakukan perjalanan tanpa membayar dan membiayai sendiri perjalanannya, tanpa ada yang mensponsori.

Ia adalah orang biasa yang pertama yang berpetualang dengan ransel di zaman ketika mereka yang berpetualang keluar dari Eropa sebagian besar adalah misionaris, pedagang, atau mereka yang melakukan misi diplomatik.

Giovanni mengunjungi Turki, Persia, India, Cina, Filipina, dan Meksiko sebelum menumpang kapal Galleon Spanyol ke Cadiz, dan melakukan perjalanan kembali melalui darat ke kota kelahirannya di Napoli.

Setelah kembali pada 1699, ia menghabiskan 6 bulan berikutnya untuk menulis catatan perjalanannya sebanyak 6 jilid, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berjudul Voyage Around the World.

Buku itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis pada tahun 1719 Voyage du Tour du Monde. Buku ini menjadi sangat populer dan sudah diterbitkan dalam beberapa edisi.

Tidak semua orang percaya bahwa ia telah melakukan perjalanan dan melihat semua yang ditulisnya. Tetapi selama berabad-abad, ia dipandang sebagai pemberi catatan yang sebagian besar otentik tentang kehidupan di seluruh dunia pada tahun 1690-an.

Buku ini kemudian menjadi inspirasi di balik buku bertajuk "Around the World in Eighty Days" karya Jules Verne.


-------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads