Menelusuri Akar Sejarah Kota Depok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menelusuri Akar Sejarah Kota Depok

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Minggu, 28 Jun 2026 15:19 WIB
Walking Tour Depok Lama: GPIB Immanuel Depok, gereja ini adalah gereja tertua di Depok, yang dirintis sejak tahun 1700-an
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Depok -

Kawasan Depok Lama kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena kemeriahan Festival Depok Lama 2026, tetapi juga karena kawasan ini menyimpan jejak awal lahirnya Kota Depok yang telah berusia lebih dari tiga abad.

Festival yang digelar di kompleks Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Jalan Pemuda, Pancoran Mas, selama akhir pekan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, hingga identitas Kaoem Depok yang diwariskan sejak masa Cornelis Chastelein.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pagi, ribuan warga memadati kawasan Depok Lama. Mereka menikmati parade budaya, bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga mengunjungi Historical Studio, ruang edukasi yang menceritakan perjalanan panjang Kota Depok dari masa ke masa.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sejarah masih memiliki tempat di hati warga.

ADVERTISEMENT

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah parade 12 marga Kaum Depok, yakni Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Leon, Samuel, Soedira, Tholense, dan Zadokh. Sepanjang rute parade, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan para keturunan penduduk asli Depok yang mengenakan busana khas sembari membawa identitas marganya masing-masing.

Menurut Eko, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menghidupkan kembali sejarah Kota Depok agar lebih dikenal generasi muda.

"Festival ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperingati sejarah sekaligus mengembangkan kebudayaan Kota Depok," katanya seperti dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok.

Lia, warga Pancoran Mas yang telah lama tinggal di Depok, mengaku tertarik datang karena ingin mengetahui lebih jauh sejarah kota yang selama ini hanya ia ketahui sekilas.

"Saya memang tinggal di Depok, tapi bukan asli Depok. Selama ini tahunya cuma sekilas, seperti soal VOC saja. Jadi pas ada acara ini, saya jadi penasaran ingin tahu sejarah Depok sebenarnya seperti apa," ujarnya di Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu (27/06/26) malam.

Selain menghadirkan nuansa sejarah, festival juga memberikan dampak ekonomi. Puluhan stan UMKM yang menjajakan kuliner dan produk lokal dipadati pengunjung hingga sebagian besar dagangannya habis terjual.

"Stand bazar hampir semuanya habis. Ini menjadi berkah bagi pelaku UMKM sekaligus menunjukkan bahwa festival budaya juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif," tambahnya.

Daya tarik lainnya adalah Historical Studio YLCC yang baru diresmikan. Mini museum tersebut menyajikan berbagai dokumentasi perjalanan Kota Depok sejak era Cornelis Chastelein hingga perkembangan kota saat ini.

"Historical Studio ini kami siapkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata sejarah Kota Depok. Masyarakat dapat belajar mengenai asal-usul Depok melalui berbagai koleksi yang ditampilkan," jelas Eko.

Festival Depok Lama sendiri digelar untuk memperingati 312 tahun sejarah Kaoem Depok. Selama dua hari, 27-28 Juni 2026, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan mulai dari wisata sejarah, pertunjukan budaya, bazar kuliner, hingga panggung hiburan.

Ke depan, Pemerintah Kota Depok berharap kawasan Depok Lama berkembang menjadi destinasi wisata sejarah yang hidup, sekaligus ruang pelestarian budaya yang mampu menarik wisatawan dan menjadi kebanggaan masyarakat.

"Ini merupakan festival pertama dan antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting agar penyelenggaraan di masa mendatang semakin besar dan semakin memperkuat identitas sejarah Kota Depok," tutup Eko.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads